Pengamat perkeretaapian dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, mengatakan, proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya telah melalui studi sejak tahun 2008. Itu berarti proyek tersebut lebih dulu siap dibanding kereta cepat Jakarta-Bandung yang digarap kontraktor China dan BUMN.
“Sebenarnya proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya studinya sudah siap sejak tahun 2008 dan sedianya tahun ini memang sudah dibangun. Saya masih ada grand design-nya, cuma barangkali karena beda pemerintahan, makanya yang digarap lebih dulu yang lebih pendek kereta cepat Jakarta- Bandung,” ujar dia.
Dia menambahkan, kereta cepat Jakarta-Surabaya lebih menjanjikan secara ekonomi maupun sosial. Manfaatnya juga lebih besar karena waktu tempuh dari Jakarta-Surabaya dengan kereta cepat bisa bersaing dengan pesawat udara. “Bayangkan sekarang, dari Jakarta ke Surabaya naik pesawat ditempuh kurang dari dua jam. Lalu ditambah macet menuju bandara kurang lebih empat atau lima jam total waktunya,” ujarnya.
Pengamat ekonomi dari Indef Eko Listiyanto mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur Pulau Jawa. Pembangunan kereta api juga harus diprioritaskan diluar Pulau Jawa. (DRA)
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.