Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BI Kaji Penurunan Transaksi Kartu Kredit akibat Pemeriksaan Data

Dedy Afrianto , Jurnalis-Rabu, 18 Mei 2016 |12:17 WIB
BI Kaji Penurunan Transaksi Kartu Kredit akibat Pemeriksaan Data
Ilustrasi : Reuters
A
A
A

JAKARTA - Kebijakan Kementerian Keuangan untuk memeriksa transaksi data kartu kredit ternyata berdampak pada penurunan nilai transaksi kartu kredit. Salah satunya adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengaku rugi lantaran adanya aturan Kementerian Keuangan yang mewajibkan penerbit kartu kredit dan bank melaporkan data dan transaksi setiap bulan.

Menanggapi hal ini, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo mengungkapkan bahwa saat ini akan melakukan kajian lebih mendalam mengenai dampak kebijakan ini. Saat ini, Agus belum mau berkomentar lebih jauh.

"Saya belum mau komentar. Ini kan dari pemerintah dan pemerintah kan tujuannya memperoleh informasi dari pajak," kata Agus saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (18/5/2016).

[Baca juga: Intip Kartu Kredit Bikin Transaksi Turun, Menkeu Enggan Revisi Aturan]

Kajian ini, lanjutnya, akan mencakup mengenai efektivitas kebijakan. Menurut Agus nantinya akan dikaji apakah sebaiknya dilakukan secara keseluruhan atau hanya data sampel.

"Nanti kita lihat, apakah efektif kalau semuanya perlu lapor apakah tidak semuanya," tukasnya.

Sebelumnya, Senior General Manager Head of Consumer Card BCA Santoso‎ mengeluhkan penutupan kartu kredit meningkat tiga kali lipat setelah media mengangkat topik dibukanya transaksi kartu kredit. Namun dia berharap penutupan kartu kredit tidak bertambah pada bulan Mei ini.

"Iya dalam sebulan saja. Januari, Februari, Maret itu angkanya di ‘x’ yang saya bilang tadi. Nah pas bulan April meningkat jadi tiga kali ‘x’, Mei kita harap enggak nambah," ujarnya seperti yang diberitakan Okezone pada Selasa, 17 Mei lalu.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement