“Untuk mempertahankan itu, Abipraya siap membuat inovasi-inovasi dan terobosan terbaru,” ujarnya.
Ke depannya, Abipraya akan mengembangkan bisnis bidang konstruksi bukan hanya spesialis dalam membuat bendungan, tapi juga mahir dalam mebuat bangunan lain.
“Dulu memang sekitar tahun 80an Abipraya hanya menangani proyek perairan tapi sekarang kita sudah bisa mebuat gedung, jembatan, dan bahkan anak perusahaan kita sudah bisa membangun pembangkit listrik,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pembangunan pabrik beton ini terdiri dari dua tahap. Tahap pertama terdiri dari pengadaan lahan, pembuatan pagar, infrastruktur jalan, bangunan gedung shelter termasuk overhead crane dan gantry crane. Dalam tahap pertama ini juga dibangun perkantoran pabrik, batching plant, stressing bed untuk shet pile termasuk formwork.
Tahap kedua membangun shelter spun pile termasuk mesin dan peralatannya serta mess pekerja dan musholla. Dari data Kesekretariatan Abipraya, dalam membangun pabrik beton ini menghabiskan dana sekitar Rp84,6 miliar dan Rp96,4 miliar pada tahap kedua.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.