nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pertumbuhan Ekonomi 5,3% Sulit, Menkeu: Kita Kerja Keras

Danang Sugianto, Jurnalis · Senin 06 Juni 2016 13:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2016 06 06 20 1407387 pertumbuhan-ekonomi-5-3-sulit-menkeu-kita-kerja-keras-3eHbUk5x0I.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah saat ini tengah membahas Rancangan APBN perubahan (RAPBNP) 2016 dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam draft nota RAPBNP 2016 pemerintah masih menetapkan target pertumbuhan ekonomi di level 5,3 persen.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui target tersebut sulit tercapai dan membutuhkan kerja ekstra keras. Pasalnya banyak sentimen negatif dari gejolak perekonomian global. Terbukti pada kuartal I-2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya berada di level 4,92 persen.

‪"Kita akan bekerja keras, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi tersebut," tegas Bambang saat rapat dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (6/6/2016).

Menurutnya ada beberapa sentimen negatif dari eksternal yang bsia mmenjadi batu ganjalan, seperti perlambatan perekonomian China, sentimen negatif dari rencana kenaikan suku bunga the Fed dan masih rendahnya harga komoditas strategis.

Namun, dirinya berharap, perbaikan perekonomian dari negara-negara mitra dagang Indonesia lainnya bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini.

‪"Sementara itu, faktor domestik, terutama konsumsi rumah tangga dan investasi, diperkirakan masih menjadi penopang utama perbaikan kinerja perekonomian nasional pada 2016," imbuhnya.

Bambang juga memprediksi, laju inflasi tahun ini juga diperkirakan akan relatif terkendali. Diman target inflasi dalam RAPBNP 2016 turun menjadi 4,0 persen dari 4,7 persen.

Terkendalinyaa inflasi tersebut diharapkan didorong oleh perluasan cakupan program kesejahteraan sosial. Serta struktur demografi yang didominasi oleh kelompok penduduk usia produktif, diharapkan menjadi faktor pendorong masih kuatnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga.

‪"Selain itu konsumsi pemerintah, nilai tukar Rupiah (Rp 13.500), dan kinerja ekspor dan impor (barang dan jasa) bisa menjadi komponen pendorong ekonomi Indonesia di tahun ini," tandasnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini