Pembangunan Kota-Desa Saling Memiliki Keterkaitan

Rizkie Fauzian, Jurnalis · Rabu 15 Juni 2016 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2016 06 15 470 1415615 pembangunan-kota-desa-saling-memiliki-keterkaitan-AMEfoFuxKi.jpg Ilustrasi: Okezone

BANDUNG - Terbatasnya lahan dan pesatnya pertumbuhan penduduk kota, seringkali menimbulkan berbagai permasalahan jika tidak dikelola dengan baik. Pesatnya kemajuan teknologi dan transportasi juga mendorong wilayah perdesaan yang dekat dengan kota dipaksa bertransformasi menjadi wilayah perkotaan sehingga menimbulkan persoalan sosial-ekonomi.

Demikian disampaikan Kepala Biro Komunikasi Publik Velix Vernando Wanggai saat membuka diskusi pemangku kepentingan dengan tema "Urban-Rural Linkages" di Bandung. Diskusi ini merupakan rangkaian roadshow pertemuan perisapan atau Preparatory Committee (Prepcom) 3 yang akan dilaksanakan di Surabaya pada 25-27 Juli 2016. (Baca juga: Indonesia Negara dengan Tingkat Urbanisasi Tertinggi di Asia Tenggara)

“Pembangunan kota dan daerah penyangganya saling mempengaruhi satu sama lain. Konsep hubungan kota-desa juga terus berkembang,” jelasnya dalam laman resmi PUPR, Rabu (15/6/2016).

Konsep pemisahan kota-desa telah berubah menjadi keterkaitan kota-desa pada tahun 80-an. Kemudian muncul konsep agropolitan karena desa menjadi basis produksi pertanian dan kota sebagai daerah pemasaran. (Baca juga: Pindahkan Pusat Pemerintahan, RI Perlu Belajar dari Malaysia)

"Di masa depan batasan kota-desa menjadi semakin tidak jelas, teknologi informasi canggih dan transportasi membuat ibu-ibu rumah tangga di desa menjual produknya secara online sementara kota besar ingin memiliki hutan," kata Delik Hudalah dari Pusat Penelitian Infrastruktur dan Kewilayahan/Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB.

(rzk)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini