Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HOT SHOT: Sri Mulyani, Kartini Modern yang ke Ibu Pertiwi

Dedy Afrianto , Jurnalis-Sabtu, 30 Juli 2016 |18:24 WIB
   HOT SHOT: Sri Mulyani, Kartini Modern yang ke Ibu Pertiwi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrayani. (Foto: Okezone/Heru)
A
A
A

Sekembalinya di Indonesia, ia dipanggil kembali untuk mengabdi sebagai tenaga pengajar di Universitas Indonesia. Karier wanita kelahiran Lampung, 26 Agustus 1962 ini terus merangkak naik hingga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI). Pada saat di LPEM UI inilah nama Sri Mulyani mulai santer terdengar di hadapan publik.

Keluar dari ‘menara gading’, kiranya itulah yang terlintas dalam pikiran Sri Mulyani. Ibu dengan tiga orang anak ini akhirnya memilih untuk mengembangkan sayapnya hingga ke dunia pemerintahan. Wanita yang juga pernah menjadi Redaktur Ahli Majalah bulanan Manajemen Usahawan Indonesia ini sempat menjabat sebagai penasehat pemerintah pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid.

Kariernya dalam bidang pemerintahan terbilang mulus. Tepatnya pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, 2005, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar. Sri Mulyani menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah sebelumnya menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

Tak lama berselang, tepatnya pada tahun 2008, Sri ditunjuk untuk menjabat sebagai Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian sebelumnya Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Karier Sri Mulyani terus melejit hingga akhirnya pada 1 Juni 2010, ia ditunjuk untuk menjabat sebagai salah satu Managing Director Bank Dunia. Sri Mulyani juga memecahkan rekor sebagai orang pertama di Indonesia yang memangku jabatan sebagai orang kedua paling berpengaruh di dunia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement