JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendukung langkah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang menjadi tuan rumah pagelaran ASEAN G2B Infrastructure Invesment Forum.
Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, infrastruktur menjadi sektor yang paling difokuskan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK).
Lanjut Lembong, infrastruktur merupakan fokus utama dari pemerintah Indonesia untuk mempercepat agenda pembangunan nasional.
"Infrastruktur juga sebagai gerbang utama bagi pebisnis dengan pemerintah, BKPM memiliki amanat untuk menyokong investasi langsung baik dari dalam maupun luar negeri dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif," kata Lembong di Kantor BKPM, Jakarta, Senin (1/8/2016).
Lembong menuturkan, ASEAN G2B Infrastructure Invesment Forum akan menjadi wadah bagi para pemimpin industri dan pemerintah di wilayah ASEAN. Di mana, pada aceara yang berlangsung pada 8 sampai 11 November 2016 ini mendiskusikan kesempatan investasi domestik dan regional yang tercantum dalam Master Plan for ASEAN Connectivity 2025.
"Kita sudah masuk era MEA dan integrasi perekonomian dan perdagangan, investasi di ASEAN suatu hal yang penting, konektivitas menjadi penting, dari BKPM kami akan mendukung para penyelenggara untuk mencarikan dan memfalisitasi investasi di sektor infrastruktur, saya gembira sekali bisa terjun langsung upaya untuk menggalang investasi," tambahnya.
BKPM, kata Lembong, menyoroti tiga prioritas utama untuk fokus pada sektor infrastruktur. Pertama, 226 proyek strategis nasional, kedua proyek pembangkit listrik, dan yang ketiga pengendalian limbah dari proyek-proyek energi.
Berdasarkan data realisasi investasi triwulan II-2016 terjadi peningkatan investasi sebesar 12,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2015, yakni Rp135,1 triliun menjadi Rp151,6 triliun. Secara kumulatif, realisasi investasi selama bulan Januari hingga Juni 2016 adalah Rp298,1 triliun atau meningkat 14,8 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp259,7 triliun.
Selama semester pertama 2016, investasi dis ektor infrastruktur terutama berasal dari dua sektor, sektor listrik, gas dan ait dengan realisasi investasi PMDN dengan total Rp8,51 triliun, dan realisasi PMA dengan total USD613,24 juta. Kedua, konstruksi dengan realisasi PMDN dengan nilai Rp8,35 triliun dan realisasi PMA total sebesar USD75,26 juta.
"BKPM tentu akan memfasilitasi dan terus memberikan bantuan bagi investor, terutama dalam menyalurkan minat investasi di sektor infrastruktur," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.