proses selanjutnya adalah cetakan ini dimasak menggunakan cairan gondorukem atau getah pohon pinus yang berfungsi membuat cap mengkilat sehingga motif dapat lebih terlihat. Proses ini menjadi proses penting dalam membuat cap batik.
Para produsen cap batik di kota solo semakin sedikit salah satunya terpusat di sekitar kampung batik laweyan. Agus S Sunarto salah satu perajin cap batik mengaku tak hanya melayani pesanan dari toko batik di kampung batik Laweyan, karya-karya cap batiknya pun pernah sampai di luar kota bahkan luar pulau jawa.
Agus menyatakan, profesi ini, kini sulit ditemui karena membutuhkan kesabaran. Di bengkel miliknya para perajin yang membantu agus rata-rata berusia lebih dari 50 tahun, regenerasi memang menjadi permasalahan tersendiri bagi para produsen cap batik.
Untuk mengatasi permasalahan regenerasi, kini dirinya membuka diri terhadap segala ilmu baru dan terbuka bagi siapa saja yang mau belajar membuat cap batik.
Rata-rata cap batik dapat bertahan belasan tahun, harga pun bervariasi mulai dari Rp800 ribu hingga jutaan rupiah tergantung kualitas bahan dan rumitnya pengerjaan.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.