JAKARTA - Pemerintah masih terus mengkaji rencana penurunan harga gas untuk industri. Penurunan harga gas menjadi prioritas pemerintah karena diyakini akan memberikan dampak luas bagi pertumbuhan industri nasional.
”Saat ini kita sedang evaluasi harganya dan kita lihat dampak dari penurunan harga itu seperti apa dari sisi lapangan kerja, pajak, dan efek lain yang ditimbulkan,” ujar Plt Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Panjaitan, di sela rapat dengan DPR Komisi VII, di Jakarta.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya agar harga gas industri bisa diturunkan melalui penyesuaian harga gas di hulu. Berdasarkan skenario penurunan harga gas di hulu, kata Luhut, akan diturunkan pada kisaran harga USD4-6 per juta british thermal unit (MMBTU) sehingga nantinya akan terlihat dampak penerimaan pajak yang ditimbulkan dari penurunan harga gas tersebut.
”Kalau misalkan penerimaan pajak berkurang USD100 juta tetapi dampak yang ditimbulkan berlipat, kami pilih diturunkan,” katanya.
Selain melakukan evaluasi struktur harga gas di hulu, kata Luhut, pemerintah juga akan memeriksa struktur biaya yang ditimbulkan dari transportasi distribusi gas kehilir yang belum efisien. ”Ini semua akan dievaluasi dan diperbaiki. Tidak bisa jika tidak diperbaiki dari sisi hulu sampai hilirnya.
Di China, rata-rata USD4 per MMBTU. Padahal, gas itu berasal dari Tangguh. Tapi, di Indonesia kenapa bisa mahal?” ujar Luhut. Di samping itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman ini juga telah meminta Kementerian Perindustrian mengkaji dampak yang ditimbulkan dari rencana penurunan harga gas.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari penurunan harga gas industri mempunyai efek ganda, di antaranya menciptakan nilai tambah dan menciptakan lapangan kerja.
Sementaraitu, DirekturJenderal Kimia, Tekstil, dan Aneka Industri Kementerian Perindustrian Achmad Sigit Dwi Wahjono mengatakan, harga gas bumi di pasar global berada pada kisaran USD4,5 per MMBTU.
Jika harga gas diterapkan untuk industri di dalam negeri, industri lokal akan berdaya saing tinggi sehingga mendorong kinerjanya. ”Dampaknya penyerapan tenaga kerja lebih besar. Sebaliknya, harga gas yang tinggi akan sulit bersaing dengan negara lain,” katanya.
Anggota DPR Komisi VII dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih meminta Kementerian ESDM menurunkan harga gas industri. Harga gas yang rendah, menurutnya, sangat penting untuk mendorong kinerja industri.
”Efek ganda yang ditimbulkan sangat besar, yaitu mampu bersaing dengan negara lain. Di samping itu, penyerapan tenaga kerja lebih besar,” katanya.
Wakil Kepala SKK Migas Zikrullah mengaku akan segera menyelesaikan evaluasi struktur harga gas di hulu. ”Kami akan lihat detail satu per satu sesuai arahan pimpinan,” tandasnya.
Kepala Humas SKK Migas Taslim Yunus mengatakan bahwa harga gas mengikuti pergerakan harga minyak dunia. Dari mulai dipasok dari 2012 harga gas LNG untuk domestik telah turun signifikan.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.