JAKARTA - Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Sofyan Basir berharap, harga gas di Indonesia yang saat ini tergolong tinggi, bisa terus ditekan hingga di kisaran USD5-USD6 per MMbtu.
Sofyan berharap pemerintah bisa turut campur tangan guna menekan harga gas di Indonesia. Terutama agar harganya bisa lebih terjangkau dan kompetitif bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga lainnya.
"Itu memang saya concern gas. Kalau gas concern mudah-mudahan gas ini ada perubahan dalam waktu dekat. Supaya normal harga gasnya. Itu diharapkan USD5-USD6 per MMbtu," ujarnya saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Baca juga: Industri Tekstil Minta Harga Gas Turun Jadi USD7/MMBTU
Guna memenuhi kebutuhan pembangkit, lanjut Sofyan, selama ini perseroan membeli pasokan gas industri dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dan PT Pertamina (Persero). Harga beli gas PLN yang dipatok kedua perusahaan tersebut pun bervariasi, namun masih berada di atas USD5/MMbtu.
Baca juga: Penurunan Harga Gas Industri Terus Dikaji
"Enggak, langsung dari PGN sama Pertamina. Harga belinya banyak, bervariasi tergantung lokasi. Banyak sih range-nya. Masih di atas USD5 per MMbtu," katanya.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.