Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejarah, Gambar Pahlawan Bakal Dicetak di Uang Logam

Hendra Kusuma , Jurnalis-Kamis, 15 September 2016 |18:24 WIB
Sejarah, Gambar Pahlawan Bakal Dicetak di Uang Logam
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebutkan, akan ada sejarah baru yang dicetak pemerintah Indonesia, dalam hal ini sejarah percetakan desain gambar pada setiap pecahan mata uang Rupiah baik kertas maupun logam.

Pemerintah melalui Kepres Nomor 31 Tahun 2016 telah menetapkan 12 gambar pahlawan yang akan dicetak pada 11 pecahan Rupiah baik kertas maupun logam. Yang menjadi sejarah adalah dicetaknya gambar pahlawan pada uang Rupiah logam.

"Kalau untuk uang logam, ini akan menjadi yang pertama kali dari yang sekian kali kita edarkan," kata Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Suhaedi di Gedung BI, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Selama ini, desain gambar pada uang Rupiah logam hanya flora dan fauna, bahkan gerakan nasional, tertujukan daerah, rumah adat, dan alat musik daerah.

Seperti bunga melati yang muncul di pecahan uang Rp500 dan pohon kelapa sawit di uang Rp1.000. Burung jalak Bali muncul di pecahan Rp200, burung kakaktua raja di pecahan Rp100, dan komodo di pecahan Rp50. Untuk gerakan nasional, BI pernah menampilkan Gerakan Menabung di pecahan Rp10 dan Gerakan Keluarga Berencana di pecahan Rp5.

Selanjutnya, desain rumah adat berupa rumah gadang juga menjadi gambar utama uang logam pecahan Rp100, dan alat musik daerah berupa angklung di pecahan Rp1.000. Untuk pertunjukan daerah, BI menampilkan gambar karapan sapi di pecahan Rp100.

Suhaedi mengungkapkan, saat ini proses pembuatan uang NKRI masih dalam tahap perencanaan bersama dengan Perum Peruri untuk membahas tahap desain.

(Raisa Adila)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement