Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cerita Anjloknya Harga Timah, Smelter Banyak yang Tutup

Dedy Afrianto , Jurnalis-Kamis, 22 September 2016 |15:11 WIB
Cerita Anjloknya Harga Timah, <i>Smelter</i> Banyak yang Tutup
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

BELITUNG TIMUR - Belitong, begitu kawasan ini disebut oleh masyarakat sekitar. Daerah ini telah dikenal sebagai salah satu sumber penghasil timah sejak zaman Belanda. Hingga Indonesia merdeka, timah masih menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi kawasan ini.

Namun, saat ini ketika harga komoditas global anjlok, Belitung juga menjadi salah satu daerah yang terkena dampak cukup parah. Multiplier efeknya pun dirasakan hingga ke ekonomi makro.

"Dulu, dua tahun lalu harga timah mencapai Rp100 sampai Rp120 ribu (per kg) sekarang cuma Rp60 ribu," kata Regional CEO Bank Mandiri Sumatera II (Sumbar, Jambi, Sumsel, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung) Ridwan di Kota Manggar, Belitung Timur, Kamis (22/9/2016).

Salah satu akibatnya, terdapat beberapa perusahaan smelter yang terancam gulung tikar. Kontribusi pertumbuhan kredit pada sektor pertambangan turut anjlok.

"Bahkan sekarang smelter udah hampir ada yang tutup. Kontribusi pertumbuhan kredit sejak komoditas timah itu turun," jelasnya.

Namun, saat ini harga timah mulai berangsur kembali pulih. Diharapkan, komoditas ini mampu kembali meningkatkan ekonomi Belitung hingga kepada sektor ekonomi mikro.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement