Hasilnya bahan baku tersebut dibuat jadi berbagai kerajinan, mulai dari gantungan kunci, aneka bunga, pembatas buku, hingga kaligrafi. Produk kreatif ini kemudian dipasarkan di lingkungan sekitar dan melalui media sosial yang dihargai mulai dari harga Rp2.500 hingga Rp200 ribu.
Meski baru memulai bisnis kerajinan tulang daun ini beberapa bulan, produk-produk tersebut sudah banyak dipesan dari luar daerah bahkan hingga Papua. Dalam satu bulan omzet penjualan yang didapatkan bisa mencapai jutaan Rupiah. Terlebih saat momen wisuda, karena banyak yang memesan buket bunga dari kelompok karang taruna di daerah Banyumanik, Semarang itu.
Selain bermanfaat bagi para anggota Karang Taruna Kamudhanaga, ekonomi kreatif ini juga mampu memberdayakan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar mereka. (dng)
(Rani Hardjanti)