"Jangan sampai mematikan pengrajin lokal, kalau perlu ditambah modal," ujar dia.
Sementara, salah seorang Petani di Playen, Gunungkidul Suwito mengaku, ia lebih memilih membeli produk China yang dijual di toko banguanan karena harganya lebih murah. Untuk satu cangkul diberi harga Rp100 ribu sampai Rp150 ribu.
"Cangkul dari China lebih awet, saya pakai sejak 2 tahun lalu, kondisinya masih bagus," ucapnya.
(Fransiskus Dasa Saputra)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.