JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa hingga akhir tahun 2016 masih terdapat potensi shortfall sebesar Rp219 triliun. Menurut Sri Mulyani, hal ini harus disiasati dengan kebijakan fiskal yang harus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Kami akan terus menjaga dari sisi fiskal, bahwa agar kuartal IV aktivitas dan instrumen fiskal memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi," kata Sri Mulyani di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (11/10/2016).
Jelang akhir tahun, Sri pun meminta agar pemerintah membelanjakan anggaran pada sektor produktif. Sebab, hal ini akan dampak pada pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek.
"Akhir tahun biasanya merupakan eksekusi procuremen dari sisi yang dilakukan. Apakah K/L bisa eksekusi terutama belanja modal dan barang yang diperlukan untuk pertumbuhan ekonomi," kata Sri Mulyani.
"Dengan pengadaan yang baik bahkan K/L bisa saving. Katakan anggaran Rp100 triliun, tapi karena pengadaan baik cuma Rp 80 triliun. Di akhir tahun biasanya mereka sampaikan sisa dan minta izin gunakan sisa anggaran," tutupnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.