INDRAMAYU – Harga ikan di tempat pelelangan ikan (TPI) Karangsong dan TPI Glayem, Kabupaten Indramayu mengalami kenaikan hingga 20% menyusul berkurangnya hasil tangkapan nelayan akibat cuaca buruk yang terjadi belakangan ini.
Sekretaris KUD Sri Mina Sari Glayem Dedi Aryanto menjelaskan, dalam kondisi normal, hasil tangkapan nelayan rata-rata mencapai lebih dari Rp1 juta setiap harinya. Namun, kini hanya di kisaran Rp500.000-Rp 800.000. “Kondisi ini sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Harga ikan juga terus merangkak naik,” ujar Dedi, kemarin.
Menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini sangat merugikan nelayan. Pasalnya, hasil tangkapan yang minim harus terpotong juga oleh biaya melaut hingga Rp500.000 setiap harinya. “Bayangkan kalau hasil melautnya saja Rp500.000, sedangkan biaya melautnya juga Rp500.000. Tidak ada yang bisa diperoleh nelayan,” terangnya.
Dedi menyebutkan, nelayan di desanya rata-rata menggunakan kapal kecil berukuran 5-9 gross ton (GT). Setiap kapal memiliki 6-15 anak buah kapal (ABK), tergantung ukuran kapalnya. Mereka pun hanya berlayar di perairan Indramayu saja.Oleh karena itu, lanjut Dedi, berkurangnya hasil tangkapan nelayan otomatis membuat harga ikan merangkak naik.
Apalagi, dalam waktu bersamaan, permintaan ikan pun belakangan meningkat. Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indramayu dan Cirebon, hasil tangkapan nelayan di desanya juga dikirim ke Jakarta. “Harga ikan mengalami kenaikan berkisar 10-20%,” ucapnya. Dia mencontohkan, ikan bawal yang semula dijual di kisaran Rp25.00/kg kini sudah di atas Rp30.000/kg.
Selain itu, cumi yang awalnya hanya Rp30.000-an/kg, kini sudah mencapai Rp40.000/kg. Menurunnya hasil tangkapan nelayan tak lepas dari buruknya kondisi cuaca belakangan ini. Bahkan, nelayan kerap harus berhadapan dengan cuaca buruk hingga gelombang tinggi yang datang tiba-tiba.
“Selama dua minggu terakhir ini, kami kesulitan mendapatkan ikan. Bahkan, kami pernah tidak mendapatkan ikan sama sekali. Nelayan banyak yang rugi kalau kondisinya tetap seperti ini. Hasil tangkapan minim, sementara kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi,” ungkap Warmun, 34, nelayan di Desa Gliyem.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.