nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Demonstrasi Pengaruhi Pemodal Melakukan Investasi Saham

ant, Jurnalis · Jum'at 25 November 2016 16:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2016 11 25 278 1551409 demonstrasi-pengaruhi-pemodal-melakukan-investasi-saham-q7lhAxOUHz.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan Manajer Investasi, Schroder Investment Management Indonesia menilai bahwa demonstrasi di dalam negeri cukup memengaruhi perilaku pemodal untuk melakukan investasi, salah satunya di instrumen saham.

"Demonstrasi tanpa 'violent' saja mempunyai dampak negatif, apalagi jika selanjutnya demonstrasi itu terjadi 'violent', tentu mempengaruhi fluktuasi saham yang tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG)," ujar Chief Executive Officer Schroders, Michael T Tjoajadi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, jika demonstrasi dilakukan terus-menerus maka situasi itu juga dapat berimplikasi buruk bagi laju pertumbuhan ekonomi di dalam negeri secara umum.

Kendati demikian, lanjut dia, sentimen negatif di dalam negeri itu bersifat jangka pendek. IHSG masih berpotensi mencatatkan kinerja positif pada tahun ini dengan pertumbuhan sekitar 12-15 persen. Hal itu sejalan dengan kinerja emiten yang masih akan mencatatkan pertumbuhan hingga akhir tahun 2016 ini dan berpotensi berlanjut pada 2017 mendatang.

Di tengah pergerakan IHSG yang cenderung melemah, Michael T Tjoajadi mengatakan bahwa kondisi itu dapat dijadikan kesempatan untuk mengakumulasi saham di harga rendah, mengingat program infrastruktur di dalam negeri masih terus berjalan.

"Program infrastrukktur yang terus berjalan akan mendorong daya beli masyarakat dan dampaknya bagus bagi ekonomi kita," tuturnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Direktur Panin Asset Management Rudiyanto. Sentimen mengenai demosntrasi mempengaruhi psikologis investor dalam menempatkan investasinya di dalam negeri.

"Dengan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif masih stabil, banyak investor yang minat berinvestasi ke dalam negeri. Namun, munculnya kabar demonstasri membuat sebagian investor itu berpikir ulang dan menunda investasinya," ucapnya.

Ia mengharapkan bahwa sentimen demonstrasi di dalam negeri tidak berlarut-larut yang akhirnya mempengaruhi laju perekonomian Indonesia ke depannya serta kinerja perusahaan tercatat atau emiten di Bursa Efek Indonesia.

Mengenai sentimen dari eksternal, terutama Amerika Serkat, menurut dia, efek negatifnya sudah dapat diantisipasi investor sehingga jika terjadi gejolak di pasar sifatnya hanya jangka pendek.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini