Kalau seorang wanita kantoran umumnya bekerja dari jam 8 pagi hingga 5 sore, berbeda dengan para agen properti seperti Anita.
“Profesi ini bisa dikatakan sangat fleksibel. Bayangkan, pagi hari saya tetap bisa antar anak sekolah, lalu balik ke rumah untuk beres-beres, siang ke kantor untuk follow-up klien dan lain-lain, lalu sore sudah bisa pulang untuk jemput anak,” ia mengakui.
Satu hal lagi yang menarik, sambungnya, profesi agen memungkinkan ia bertemu dengan banyak orang serta menjalin relasi baru.
“Tantangannya adalah menemui banyak orang dengan karakter yang beragam. Jadi ya, karena awalnya cuma IRT, saya harus benar-benar belajar sendiri atau meminta masukan atasan dan rekan untuk bagaimana bisa menghandle jika ada situasi yang agak pelik,” paparnya.
Berbicara soal pendapatan, Anita mengaku agen profesi benar-benar sebuah pekerjaan sampingan yang bisa memberi imbas hasil menggiurkan.