JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memberikan sinyal kemungkinan penurunan bunga kredit pemilikan rumah (KPR) pada tahun depan. Saat ini perseroan tengah mengerahkan segala upaya untuk penurunan suku bunga.
"Kita ada usaha-usaha untuk penurunan," ucap Direktur Utama BTN Maryono saat ditemui di Menara BTN, Jakarta, Selasa (14/12/2016).
Menurutnya, penurunan suku bunga KPR tidak dipungkiri bisa kapan saja diturunkan. Namun, itu hanya bisa terealisasi dengan melihat daripada kecepatan pasar uang dalam melakukan penurunan suku bunganya.
"Itu tergantung dari market. Mungkin (turun tahun depan), kita lihat saja market-nya, market dana," katanya.
Saat ini, bunga KPR yang disediakan oleh perseroan terbagi menjadi dua jenis, yakni KPR subsidi dan nonsubsidi. KPR subsidi untuk nasabah baru bunganya 5% dengan uang muka 1%. Sedangkan nonsubsidi ada yang melalui developer dengan bunga promo, ada pula yang relatif pendek, misalnya satu atau dua tahun, dan ada yang bersifat tetap.
Hanya saja, masih kata Maryono, bunga KPR untuk nasabah lama memang belum diturunkan. Alasannya, perseroan menggunakan dana-dana eksternal seperti obligasi yang belum memasuki jatuh tempo. Alhasil, potensi penurunan bunga bagi para nasabah lama ini masih dihitung.
"Kalau yang lama memang belum, menggunakan dana-dana yang lama, obligasi belum jatuh tempo," tuturnya.
Sebagai informasi, seIama 40 tahun berdiri sejak 10 Desember 1976, BTN teIah menyaIurkan KPR untuk lebih dari 3,77 juta unit rumah. Nilai kredit yang dikucurkan di seluruh Indonesia adalah sebesar Rp178 triliun.
(Rizkie Fauzian)