JAKARTA - Meski tahun lalu Indonesia cukup kesulitan untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi, namun Bank Indonesia (BI) menyebut 2016 sebagai tahun kondusif. Hal tersebut terlihat dari capaian laju inflasi selama setahun hanya 3,02%.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, ada sejumlah faktor penyebab kenapa inflasi rendah. Pertama, karena hasil dari suatu koordinasi yang baik antara BI dengan pemerintah, sehingga 2016 kendala inflasi dapat teratasi.
"Kebijakan moneter maupun fiskal maupun koordinasi dengan PPI dalam mengendalikan harga beras, daging semua terkendali. Memang masih ada harga tinggi seperti cabai, bawang karena faktor hama dan panen. Tapi secara ke seluruh koordinasi teratasi," tuturnya di Masjid BI, Jakarta, Jumat (6/1/2017).
Faktor kedua yang menyebabkan laju inflasi terjaga adalah permintaan masyarakat naik. Menurutnya, permintaan masyarakat yang naik ini didukung dengan kapasitas produksi yang jauh mencukupi sisi permintaannya.
Kemudian, faktor harga komoditas internasional dan pengendalian standarisasi nilai tukar Rupiah membuat harga impor terkendali. Hal ini menjadi salah satu faktornya.
"Keempat ekspektasi inflasi, ke depan (BI) akan terus memantau risiko terkendali dan risiko nilai tukar terkendali dan barang kali diperkuat koordinasi dan antisipasi khususnya harga-harga yang diatur pemerintah seperti tarif dan beberapa aspek,"tuturnya.
"Harapannya kalau harga pangan terus terkendali dengan rendah dampak administrated price terhadap inflasi dapat terkendali," imbuhnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.