Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Kota 'Terapung' Paling Eksotis di Dunia

Dhera Arizona Pratiwi , Jurnalis-Minggu, 08 Januari 2017 |00:06 WIB
9 Kota 'Terapung' Paling Eksotis di Dunia
Amsterdam, Belanda (Foto: CBRE)
A
A
A

LOS ANGELES - Kota Venice terkenal di mata dunia sebagai kota yang terkenal dengan kanalnya. Kota ini telah memiliki sekitar 20 juta pengunjung yang berkunjung ke sana setiap tahunnya.

Venice memang di mata internasional selain dikenal sebagai kota dengan kanalnya, juga minim akan polusi, hingga pusat perdagangan yang kaya akan sejarah. Namun ternyata bukan hanya Venice yang terkenal akan kanalnya, melainkan masih ada beberapa kota lainnya di dunia ini yang memiliki ciri khas seperti demikian.

Ribuan tahun lalu, perencana kota sengaja membangun kanal dengan tujuan untuk mendorong perdagangan, transportasi dan berfungsi sebagai sarana perlindungan. Bahkan hingga saat ini, tujuan-tujuan tersebut masih sering menjadi acuan. Baru-baru ini Kanal Air Dubai sepanjang 3,2 kilometer (km) dibangun untuk memperluas zona perdagangan Dubai. Dengan demikian, memungkinkan transportasi dari laut menuju kota dan akhirnya mengurangi lalu lintas kendaraan di jalan-jalan yang sibuk.

Dilansir dari laman CBRE, Minggu (8/1/2017), beberapa kota di dunia terus memperluas perdagangan dan transportasi dengan memperkenalkan kanal. Berikut sembilan kota kanal dari seluruh dunia, bahkan di antaranya ada yang sudah dibangun sejak 495 SM.

1. Amsterdam, Belanda

Memiliki sebanyak 165 kanal dengan total 60 mil. Faktor itu lah yang menjadi alasan Amsterdam dijuluki "Venesia dari Utara". Kanal pertama yang dibangun di kota itu pada awal 1600-an, diciptakan sebagai alat transportasi dan pertahanan. Tiga buah kanal pertama tersebut dirancang guna membuat pola setengah lingkaran yang mengalir keluar ke IJ Bay. Hari ini, puluhan kanal tambahan membantu untuk menghubungkan bagian yang jauh dari kota ke pusat sejarah.

2. Kopenhagen, Denmark

Dibangun pada tahun 1600-an, kanal Copenhagen ini telah melayani tujuan yang berbeda selama bertahun-tahun. Awalnya dibuat untuk melindungi angkatan laut Denmark, namun negara cepat mengubah kota ini menjadi pelabuhan internasional dengan memberikan akses mudah ke Laut Baltik. Kota berwarna dengan cerahnya Nyhavn menjadi begitu populer, pada kenyataannya, penulis dongeng terkenal Denmark Hans Christian Anderson bahkan tinggal di kota ini untuk beberapa waktu. Hari ini, daerah tersebut merupakan tujuan wisata populer, dengan adanya restoran, musik dan pemandangan.

3. St Petersburg, Rusia

Masih terletak di sebuah daerah dekat dari Laut Baltik, St Petersburg adalah kota yang benar-benar terapung. Dibangun di lebih dari 100 pulau, kanal kota digali untuk membantu mengalirkan tanah berawa di daerah itu, dan untuk menghubungkan kota ke Sungai Neva dan keluar ke laut. Kanal telah dimanfaatkan untuk aktifitas perdagangan, seperti lorong-lorong untuk kapal militer dan sebagai sistem katup untuk mencegah banjir. Kota ini didirikan pada 1712 sebagai ibu kota baru negara itu sebagian besar karena kanal dan kehadirannya sebagai kota pelabuhan. Untuk itu lah, orang-orang bisa datang dan barang bisa dikirim keluar, dengan air menciptakan lapisan pelindung alami.

4. Annecy, Prancis

Sebuah kota kuno yang mengingatkan fikiran seolah kembali ke 3100 SM, Annecy bersaling silang dengan kanal utama Le Thiou yang menghubungkan dari Danau Annecy, danau terbesar ketiga di Prancis. Sepanjang sejarah panjang kota, kanal telah menawarkan akses transportasi mudah untuk warga dan bisnis-bisnis sejenisnya. Pada abad pertengahan, pabrik tekstil dan baja tumbuh di sepanjang tepi kanal dan hari ini, bisnis masih berkembang di tengah kota berkat lokasi dan aksesibilitas prima.

5. Venice, Italia

Sering dianggap kota kanal paling asli di dunia, Venice terdiri dari lebih dari 115 pulau-pulau kecil. Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat, para pengungsi Venesia menemukan pulau-pulau berawa dan akhirnya membangun kota di atas kayu pancang ke dalam tanah berpasir di daerah itu. Namun kanal yang terkenal sudah hancur karena salurannya yang sangat dalam diciptakan untuk memungkinkan kapal kargo besar dan kapal pesiar untuk lewat, terlalu banyak air laut masuk ke dalam sistem saluran, menyebabkan erosi bangunan dan air pasang.

6. Cape Coral, Amerika Serikat (AS)

Cape Coral, Florida, dipagari dengan banyak kanal ketimbang kota-kota lainnya yang ada di dunia. Secara total, kota ini memiliki luas lebih dari 400 mil, yang sebagian besar dilayari dengan perahu. Kota ini awalnya dikembangkan dan direncanakan pada 1958, dan sejak itu populasi terus meningkat menjadi hampir 200.000 penduduk. 'Waterfront Wonderland' baru-baru ini dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh kota cocok untuk masa pensiun di Amerika Serikat (AS).

7. Ernakulam, India

Ernakulam terletak di pantai barat daya India dan mengandalkan saluran air sebagai bentuk utama transportasi. Kabupaten menyambungkan ke kota terdekat dengan lebih dari 30 layanan perahu yang dioperasikan dari lebih dari 50 dermaga di wilayah tersebut. Perjalanan memakan waktu lebih dari 45 menit dengan bus, dan hanya memakan waktu sekitar 15 menit dengan perahu.

8. Tigre, Argentina

Terletak di Sungai Luján di perbatasan utara Buenos Aires, Tigre awalnya dinamai untuk seekor jaguar yang berkeliaran di sekitar wilayah seluas 5.405 mil persegi. Pada akhir 1800-an, wilayah itu membangun taman hiburan dan museum, tetapi tidak berhasil dikembangkan. Selama dekade terakhir, kota ini telah diremajakan dan dipugar. Kanalnya kembali ramai dengan wisata rekreasi dan pariwisata.

9. Suzhou, China

Sering disebut "Venesia dari Timur," Suzhou adalah kanal labirin memesona dan saluran air berliku. Tampilan kota kuno terpanjang di dunia jalur air buatan manusia Grand Canal yang dibangun pada 495 SM dengan panjang lebih dari 1.200 mil hingga akhirnya mengalir dari Beijing ke Hangzhou. Di mana kanal melewati Suzhou, wisatawan bisa menikmati keajaiban sejarah termasuk gerbang kota kuno, jembatan batu, kuil dan rumah-rumah tua di dunia.

(dhe)

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement