Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pencapaian Penjualan Ace Hardware di Bawah Target

Agregasi Harian Neraca , Jurnalis-Senin, 16 Januari 2017 |13:01 WIB
Pencapaian Penjualan Ace Hardware di Bawah Target
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Realisasi penjualan PT Ace Hardware Tbk (ACES) sepanjang 2016 sedikit berada di bawah target. Informasi tersebut berdasarkan data operasional perusahaan di Jakarta, kemarin. Disebutkan, pendapatan ACES per Desember 2016 Rp520,9 miliar. Artinya, ACES telah mengakumulasi pendapatan Rp4,86 triliun, kurang hanya sekitar 2% lagi dari target.

Asal tahu saja, target pendapatan ACES periode 2016 adalah sekitar Rp4,92 triliun, atau naik 5% dibanding realisasi pendapatan 2015, Rp4,69 triliun. Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan Rp5,1 trilin. Target tersebut setara dengan pertumbuhan 3,67% dibanding target minimal realisasi penjualan pada tahun 2016.

Tahun ini, ACES juga konservatif dalam hal penambahan gerai. Perseroan menargetkan penambahan 10 unit gerai baru tahun ini. Target penambahan gerai itu sama dengan tahun lalu. Guna merealisasikan target tersebut, perseroan menyediakan dana belanja modal alias capital expenditure (capex) Rp 300 miliar. Mereka akan membangun gerai dengan luas bervariasi. Namun rata-ratanya 2.000 meter persegi (m).

Selain itu, perseroan juga menyampaikan optimistis menatap prospek pertumbuhan bisnis tahun ini. Direktur ACES Hartanto Djasman pernah mengatakan, pihaknya memandang positif prospek bisnis tahun 2017. Pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan mencapai 5,1%. Belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat pun berpeluang naik. “Tahun 2017 prospeknya lebih bagus, apalagi kalangan middle class juga makin meningkat," ungkapnya.

Hartanto menargetkan, pendapatan dan laba tumbuh 7%. Lewat pertumbuhan pendapatan dan laba di level yang sama, ACES berniat menjaga margin laba di level 10%-11%. ACES pun akan melanjutkan ekspansi penambahan gerai baru.

Sementara Sekretaris Perusahaan ACES, Helena Tanzil mengatakan, pihaknya menganggarkan belanja modal Rp250 miliar untuk ekspansi gerai serta untuk modal kerja. Sumber dana belanja modal tersebut berasal dari kas internal. ACES akan membangun gerai di beberapa kota besar di Indonesia. Daerah paling baru adalah Aceh. ACES juga akan menambah beberapa gerai lagi di Balikpapan, Pekanbaru, dan Bandung. "Aceh adalah pasar baru, sisanya hanya penambahan dari gerai sudah ada," kata Helena.

.Analis Daewoo Securities Indonesia Christine Natasya mengatakan, salah satu tantangan ACES adalah lemahnya pasar properti saat ini. Padahal 59% pendapatan ACES berdasarkan produk rumah tangga yang berkorelasi dengan pasar properti. "Kami melihat marketing sales properti masih lemah hingga kuartal tiga tahun 2016 dibandingkan periode sama tahun lalu," katanya.

Ini jadi indikasi kinerja sektor properti tahun depan masih lemah. Christine memprediksi, same store sales growth (SSSG) ACES di Oktober berpeluang naik seiring kenaikan indeks keyakinan konsumen yang mencapai level 116,8 pada Oktober.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement