Share

Kualanamu Sub-Hub Penerbangan Internasional

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 19 Januari 2017 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 19 320 1595389 kualanamu-sub-hub-penerbangan-internasional-V0lsRzBQND.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) selaku regulator penerbangan nasional akan meningkatkan pergerakan Bandara Internasional Kualanamu di Sumatera Utara dan Bandara Sultan Aji Muhammad, Sepinggan, Balikpapan, di Kalimantan Timur, sebagai sub hub internasional.

Dua bandara tersebut diharapkan bisa mendukung hub internasional yang ada yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali.

“Ini sudah lama kita godok dan kita sounding terus. Saya kira dua bandara ini punya daya tarik tersendiri, terutama bagi dunia kepariwisataan di dalam negeri,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta kemarin.

Menurut dia, daya tarik dua bandara tersebut akan menjadi dasar bagi turis untuk mengenal wilayah Indonesia yang luas di bagian lain. “Jadi bukan hanya Bali dan wilayah Jawa saja, melainkan di daerah Sumatera dan Kalimantan juga perlu diperkenalkan melalui sub-hub internasional ini,” ungkapnya.

Budi Karya menjelaskan, akan selalu membuka sharing saham dua bandara tersebut kepada pihak investor yang memiliki ketertarikan. Salah satu negara yang ditawarkan adalah Amerika Serikat (AS).

“Kalau mereka tertarik, kenapa tidak. Mereka (Amerika) juga ahlinya dalam pengembangan bandara. Kita akan coba semua kemungkinan,” ujar dia.

Bandara Kualanamu akan dijadikan sebagai hub internasional dari Jepang, Korea, dan China. Adapun, Bandara Sepinggan akan merespons penumpang dari India dan Kuala Lumpur, Malaysia. Langkah pemerintah membuka investasi swasta asing pada dua bandara tersebut dalam rangka pengembangan infrastruktur bandara.

Dengan terbatasnya APBN, sektor transportasi hanya mampu dibiayai pemerintah Rp500 miliar pada tahun lalu. “Makanya perlu dilakukan penataan ulang. Kita cari investor swasta asing yang tertarik,” ujarnya.

Sementara, Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (AP I) Israwadi mengatakan, belum ada pembicaraan serius terkait penawaran Bandara Sepinggan Balikpapan yang dikelola PT AP I.

Meski demikian, skema masuknya investor harus melalui pemisahan atau spin off entitas bisnis. “Kalau toh ada investor yang tertarik, harus dibuatkan badan usaha tersendiri lalu kemudian sahamnya dijual ke swasta,” ujar dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini