Supaya penilaian tanah kosong disebut sebagai pembanding, nilai tanah harus kompetitif dengan subjek tanah dengan masing-masing data penjualan, yakni data penjualan haruslah data terbaru (up to date).
Sebaiknya, tanah yang dibandingkan terletak di wilayah atau area yang sama dengan subjek tanah yang dipengaruhi kondisi sosial dan ekonomi yang sama pula.
Data yang telah dihimpun dari pembanding akan lebih baik memuat informasi rinci tentang fisik, aspek legal, dan lokasi. Data yang telah dihimpun ini sangat membantu dalam penentuan perbandingan dengan subjek properti.
Sumber data tentang nilai tanah tersebut dapat diperoleh dari banyak pihak intens berhubungan dengan properti, seperti kantor notaris atau kantor agen properti, pengembang properti, lembaga penilaian dan media iklan properti yang dapat dilakukan untuk dijadikan sumber.
(Rizkie Fauzian)