Dengan modal Rp40 juta hasil dari patungan, Acha bersama dengan teman-temannya memproduksi 1.600 pasang sandal jepit. Sandalnya itu dia jual tak hanya melalui online tapi juga dengan mengikuti bazar.
Di bazar pertama, mereka berhasil menjual 500 pasang sandal hanya dalam 3 hari. Hal itu membuat mereka bergairah untuk serius mengembangkan bisnis yang berawal dari tugas kuliah itu.
Acha kebetulan mendapatkan posisi di bagian marketing untuk mengurusi webstore dan media sosial. Dia juga bertugas untuk mencari toko-toko yang mau menjual sandal Locapoca dengan sistem konsinyasi. Di mana saat ini ada sekira 16 toko yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Depok, Malang, Surabaya, dan Pekanbaru.
Menurut Acha, dua strategi penjualan itu sudah cukup ampuh untuk mengembangkan sayap Locapoca. Terbukti hanya dalam beberapa bulan, 1.600 pasang sandal koleksi perdana ludes terjual.
Menurutnya, Locapoca cukup beruntung, sebab berdiri ketika media sosial sedang booming di kalangan anak muda. Sehingga memanfaatkan internet merupakan strategi yang paling ampuh untuk berjualan.