Entaskan Kemiskinan, Program Bedah Rumah Harus Segera Direalisasikan

Koran SINDO, Jurnalis · Minggu 12 Februari 2017 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 12 470 1616153 entaskan-kemiskinan-program-bedah-rumah-harus-segera-direalisasikan-dIQkbwWBot.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SEMARANG - Kalangan DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pemkot setempat yang tak kunjung merealisasikan program bedah ratusan rumah tidak layak huni. Padahal, anggaran untuk program tersebut sudah disahkan beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mengatakan, program bedah rumah untuk membantu warga kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni tersebut bisa segera direalisasikan. Sehingga anggaran yang sudah disahkan benarbenar terserap dengan baik.

“Sejauh ini belum ada laporan progresnya seperti apa. Padahal seharusnya mulai awal tahun sudah bisa dikerjakan karena anggaran sudah disahkan,” kata dia.

Supriyadi mengaku, pihaknya tidak ingin program pengentasan kemiskinan terhambat dengan berbagai alasan. “Datanya kan sudah ada, siapa saja yang berhak, alamatnya di mana, juga sudah ada sehingga tidak ada alasan untuk tidak segera direalisasikan. Kami harapkan Februari ini sudah ada progres lebih baik,” katanya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang Mutohar mengatakan, tahun ini rencananya ada sekitar 400 rumah yang tidak layak huni yang menjadi sasaran. “Kami sudah mengumpulkan lurah-lurah di Kota Semarang untuk meminta data masyarakat yang kurang mampu dan memiliki rumah tidak layak huni, dan sudah dilakukan pendataan,” katanya.

Menurut dia, data yang diperoleh dari kelurahan, akan dilakukan kroscek dan pendataan ulang untuk memastikan kondisi rumah warga yang diusulkan, sehingga bantuan bedah rumah benar-benar tepat sasaran. “Yang lebih tahu kondisi warga kan kelurahan, namun dari kelurahan akan tetap kami lakukan kroscek dan pendataan ulang,” ucapnya.

Untuk kriterianya sendiri, kata Mutohar, fisik rumah sudah tidak layak untuk ditempati seperti reyot, kayunya sudah lapuk, dinding dari gedek bambu dan lainnya. Selain itu, keluarga yang diusulkan mendapatkan bedah rumah juga harus masuk dalam kategori warga miskin. Dia menyebutkan, pemkot sudah menganggarkan biaya sebesar Rp15 juta untuk setiap rumah yang menjadi sasaran perbaikan.

Namun, jika memangdilapangannantiternyata ditemukan rumah yang membutuhkan lebih maka akan dilakukan secara bertahap. “Sekarang petugas kami sudah melakukan survei dan kroscek data, bulan ini diharapkan bisa selesai sehingga bisa langsung dikerjakan,” ucapnya.

Dia mengakui, Semarang sebagai kota metropolitan masih banyak ditemui sejumlah rumah yang tidak layak huni di berbagai kecamatan sehingga perlu upaya untuk membantu melakukan pembenahan. Oleh karena itu selain program dari pemerintah, juga akan menggandeng pihak-pihak lain seperti Baznas dan pihak swasta untuk melakukan program yang sama. Mutohar menyatakan, selain program bedah rumah pihaknya juga akan melakukan program MCK di wilayah-wilayah yang selama ini sanitasinya buruk.

(dhe)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini