nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Begini Gambaran Kota di Masa Depan

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 22 Februari 2017 15:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 02 22 470 1625294 begini-gambaran-kota-di-masa-depan-ooXV9VMtPx.jpg Foto: Koran Sindo

JAKARTA - Selama 60 tahun urbanisasi, populasi perkotaan meningkat rata-rata sebesar 4,4%. Puncaknya pada 2013, populasi perkotaan di Indonesia mencapai 130 juta jiwa atau 52% dari total penduduk Indonesia.

Kurang dari 10 tahun sejak saat ini atau tepatnya pada 2025, populasi perkotaan ditaksir meningkat menjadi 68%. Masyarakat yang berbondong-bondong pindah dari desa ke kota memicu maraknya pembangunan yang bisa berdampak langsung pada kualitas hidup dan lingkungan di dalamnya.

Menciptakan kota layak huni dan ramah lingkungan kini menjadi pekerjaan rumah Negara-negara berkembang. Untuk mendukung penciptaan kota ramah lingkungan tersebut, Lafarge Holcim Foundation mendukung berbagai inisiatif yang melampaui solusi teknis mempromosikan pendekatan pembangunan berkelanjutan dan solusi yang merangkul keunggulan arsitektur untuk meningkatkan kualitas hidup.

Ada empat pilar yang menjadi konsep Lavradge Holcim dalam mendukung kegiatan tersebut, yakni Climate, Circular Economy, Water and Nature, dan People. “Kami berusaha mengurangi emisi CO2 dan melakukan efisiensi energi. Dalam memproduksi semen misalnya, kami menggunakan energi alternatif memanfaatkan limbah industri yang diolah kembali sebagai bahan baku alternatif raw material,” kata Oepoyo Prakoso, Sustainable Development Manager-Holcim Indonesia & LafargeHolcim Awards 5th Cycle Country Coordinator kepada Koran SINDO di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk menghasilkan karya arsitektur yang mengedepankan konsep konstruksi berkelanjutan, LafargeHolcim Foundation menggelar LafargeHolcim Awards bagi arsitek, perencana, insinyur, mahasiswa, pemilik proyek, pembangun, dan kontraktor yang menunjukkan praktik konstruksi berkelanjutan pada penggunaan teknologi, aspek lingkungan, sosial ekonomi, dan budaya dalam perencanaan dan konstruksi proyeknya.

Salah satu juri LafargeHolcim Awards, Dr. Nirmal Kishnani menegaskan, bangunan yang telah menerapkan konsep ramah lingkungan belum cukup mengatasi tantangan saat ini. Harus ada peranan manusia di dalamnya agar bangunan tersebut bisa bertahan dalam jangka panjang. “Konsep pembangunan berkelanjutan perlu diperhatikan dengan saksama agar maksud dari pembangunan yang sebenarnya bisa terwujud dengan baik,” katanya.

LafargeHolcim Awards mendorong penekanan konsep ini pada ide-ide yang mengidentifikasi lima permasalahan utama, yakni Progress (inovatif dan dapat dicontoh), People (etis dan melibatkan masyarakat), Planet (keberlanjutan lingkungan dan sumber daya alam), Prosperity (layak secara ekonomi), dan Place (memenuhi unsur estetis).

“Selain itu, juga mengutamakan keberlangsungan habitat manusia untuk generasi mendatang,” kata Dr Nirmal Kishnani. Perencanaan sebuah pembangunan memiliki peranan penting dalam merealisasikan konsep bangunan yang berkualitas serta memberikan rasa nyaman. Orange County misalnya, sebagai Hub of Eastern Corridor selalu berkomitmen menjadi trendsetter dalam pengembangan kawasan.

Dengan luas area 322 hektare, kawasan terpadu berstandar internasional ini akan menjadi benchmark baru bagi kota masa depan. Ditunjang lima infrastruktur utama yang akan menjadi katalis pertumbuhan di koridor timur, yakni pelabuhan laut dalam Patimban, Bandara Internasional Kertajati, kereta cepat Jakarta-Bandung, LRT, serta monorail yang menghubungkan Orange County dengan tujuh kawasan industri di sekitarnya.

Design Advisor Masterplan Orange County fase 1Kengo Kuma memaparkan tren desain terbaru yang akan diterapkan di Orange County dalam menyikapi perubahan urban lifestyle pada masa depan. Kengo Kuma berkolaborasi bersama Mitsubishi Jisho Sekkei Inc sebagai lead architect yang menggarap Masterplan Orange County Dase 1.

Fase satu Orange County CBD diproyeksikan menjadi central of destination dengan skala regional. Diproyeksikan juga Orange County CBD akan dikunjungi masyarakat dari Jakarta hingga Bandung. Termasuk jumlah penduduk di Lippo Cikarang diproyeksikan akan semakin bertambah banyak dibandingkan dengan sekarang.

“Tema livable city akan diterjemahkan dalam berbagai aspek desain yang tidak hanya menciptakan ruang fisik semata, tapi memberikan sensasi experience yang tidak ditemukan di tempat lain dalam beraktivitas. Selain itu, desain juga diciptakan mengadaptasi perubahan urban lifestyle pada masa depan,” kata Kengo Kuma.

Beberapa aspek yang akan diterapkan, yakni Walkable City, jalur pedestrian diciptakan khusus dan eksklusif memungkinkan kenyamanan dan sensasi berjalan kaki tanpa terganggu traffik. Dikombinasikan dengan beberapa spot central activity yang terkoneksi sehingga sepanjang jalur banyak aktivitas dan keindahan visual yang bisa dinikmati.

Semua hal ini diadaptasi dalam Design for The Changing World dan akan menjadi konsep terdepan pertama di Eastern Corridor, bahkan mungkin yang pertama di Indonesia karena belum pernah ditemukan dalam kawasan lain. Dengan demikian, oleh banyak pihak, Orange County, disebut-sebut sebagai hub di Eastern Corridor serta paling siap menyambut abad yang akan datang dengan semua infrastruktur baru, seperti kereta cepat, pelabuhan baru (Patimban), bandara internasional, LRT, dan Automatic People Mover (APM).

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini