Beli Rumah di Kawasan Banjir, Hitung-Hitung Dulu Kerugiannya

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 24 Februari 2017 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 24 470 1627313 beli-rumah-di-kawasan-banjir-hitung-hitung-dulu-kerugiannya-Vl7yMVMrQ9.jpg Ilustrasi : Okezone

JAKARTA - Pilihan rumah siap huni di kawasan Jakarta sudah sangat terbatas. Tak banyak yang bisa kita lakukan untuk memilih lokasi rumah yang sesuai dengan keinginan. Namun, di sejumlah kawasan yang berpotensi atau rawan banjir masih menyediakan rumah-rumah siap huni.

Namun, apakah sebaiknya kita menjatuhkan pilihan untuk membeli rumah di kawasan yang memiliki kemungkinan besar akan terjadi banjir jika hujan lebat? Sebaiknya anda pertimbangkan terlebih dahulu berapa kerugian yang harus ditanggung jika rumah kita terkena banjir.

Seperti dikatakan Perencana Keuangan Fredy Piellor, kerugian yang harus ditanggung bagi pemilik rumah yang terkena banjir tidak lah sedikit. "Besar sekali (kerugiannya) kalau misalnya contohnya, misalnya kita tinggal di daerah tertentu yang berpotensi banjir itu kan pasti tentunya kemungkinan besar terjadi banjir kalau curah hujan tinggi," katanya kepada Okezone.

Ia pun menjelaskan, sejumlah kerugian yang biasanya akan melanda pemilik rumah yang terkena banjir. "Katakan lah misalnya sofa segala macam. Nah tentunya kalau (misalnya) kita terlambat mengangkat produk tersebut ke lantai 2 kalau kita punya ya, otomatis kan kerugian yang kita derita bisa kita hitung ya. Sofa, kemudian ada sepeda motor, mungkin ada perabotan rumah tangga," jelasnya.

Senanda dengannya, Perencana Keuangan Andi Nugroho pun menyatakan hal serupa, bahwa kerugian yang diakibatkan banjir kemungkinan cukup besar. Untuk itu, dia menganjurkan agar pemilik rumah menyiapkan dana darurat apabila memang tetap kekeh tinggal di rumah langganan banjir.

"Kalau kita tahu bahwa tempat tinggal kita adalah langganan banjir berarti kita sudah paham harus siapkan dana darurat lebih untuk mereparasi atau membeli barang-barang yang rusak," ujarnya kepada Okezone.

Apabila, kita tidak menyiapkan dana darurat, maka ketika terjadi banjir mau tidak mau maka dana yang kita keluarkan akan kelebihan beban. "Seandainya dana daruratnya tidak kunjung terkumpul ataupun jumlahnya pas-pasan, tentu akan membuat cashflow kita menjadi minus," tambah Andi.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini