Harus Pindah atau Bertahan di Rumah Langganan Banjir?

Trio Hamdani, Jurnalis · Jum'at 24 Februari 2017 20:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 02 24 470 1627316 harus-pindah-atau-bertahan-di-rumah-langganan-banjir-UEAxR0BgBq.jpeg Ilustrasi : Shutterstock

JAKARTA - Mungkin kita pernah bertanya-tanya atau justru mengalaminya sendiri, tetap bertahan tinggal di rumah yang langganan terkena banjir. Lantas, mengapa mereka tetap memilih untuk tinggal di rumah yang mungkin tiap tahun terkena banjir?

Mungkin sebagian merasa sulit untuk memilih, apakah tetap tinggal atau lebih baik menjual rumah tersebut dan pindah di lokasi yang jauh dari kata banjir. Namun, menyadari rumah yang kita miliki berada di daerah banjir mungkin harus siap menjual rumah dengan harga rendah.

"Jadi kembali lagi ya, anggaplah kita sebagai pemilik rumah ya, kita punya harga rumah katakanlah Rp300 juta pas beli, harga pasarnya karena banjir katakanlah tinggal Rp150 juta ya," kata Perencana Keuangan Fredy Piellor kepada Okezone.

Hal itulah yang terkadang menjadi dilema bagi pemilik rumah untuk pindah lantaran merasa rugi harus menjual rumah dengan harga lebih rendah dibandingkan harga saat kita membelinya.

"Tapi kemudian untuk jangka panjangnya akankah kita tiap tahun atau anak-anak kita setiap tahun mengalami banjir. Mungkin kenikmatan hidup, keamanan hidup, itu kan hilang akibat banjir ya.

Dia pun menilai kerugian menjual rumah yang harganya jatuh karena langganan banjir masih lebih. "Nah kalau saya pribadi lebih bagus rugi uangnya Rp150 juta daripada tiap tahun mengalami banjir, kemudian kita beli rumah yang lebih kecil, pertama kenikmatan hidup, keamanan hidup kan," lanjutnya.

Ditambah lagi, dengan meninggalkan rumah sebelumnya yang kerap kena banjir otomatis biaya-biaya yang tiap kali banjir kita gelontorkan maka dapat dimanfaatkan untuk keperluan dan hal-hal lainnya.

(rai)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini