Image

Gunakan IUPK, Amman Mineral Investasi USD9,2 Miliar

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 20 Maret 2017, 11:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 03 20 320 1647048 gunakan-iupk-amman-mineral-investasi-usd9-2-miliar-W3ZVC6NdJK.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Siapa bilang perubahan izin Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) tidak diminati perusahaan tambang pemegang izin KK. Hal ini dibuktikan dengan masuknya investasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) menggunakan izin IUPK.

"Dua hari lalu, PT Amman investasi USD9,2 miliar dengan menggunakan IUPK. USD1 miliar untuk smelter sisanya untuk operasi. Itu buktinya bahwa ada perusahaan yang mengikuti usaha sesuai dengan UU No.4 2009 (UU Minerba),"ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono, di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Sebelumnya, PT Ammaan juga sudah mendapatkan perpanjangan izin ekspor. Pada 17 Febuari 2017, rekomendarsi izin yang diberikan untuk izin ekspor konsentrar tembaga dengan jumlah 675.000 WMT.

Menurut Bambang, sebenarnya perubahan KK menjadi IUPK bagi perusahaan tambang tidak ada permasalahan. Sebab tujuan satu supaya cita-cita bangsa khususnya SDA yang dikelola dapat menjadi roda penggerak mewujudkan kesejahteraan rakyat.

"Karena kan selama tahun 70 tahun generasi I pengguna KK kebanyakan sudah menjual row material, tapi di UU No 4 tercetuslah ada pasal 102 dan 103 menyatakan pengolahan dan pemurnian di wajibkan izin usaha pertambangan,"ujarnya.

Bambang mengatakan, sesuai dengan pasal 169 pada UU Minerba tentu pemerintah menghormati izin KK yang telah dilakukan. Tapi, karena pada pasal 170 ada kewajibkan pemegang KK membangun smelter selama lima tahun, maka ketentuan itu harus diselesaikan.

"Dengan demikian maka perusahaan termasuk Freeport, Ammaan dan lainnya harus wajib melakukannya, arus semakismal mungkin bangun fasilitas smelter ada di Indonesia,"tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini