“Sedangkan Lapangan Pancasila merupakan tempat pusat kegiatan pemerintahan. Meski demikian, di kawasan tersebut terdapat aktivitas perdagangan. Ini harus ditata agar tempat kegiatan pemerintahan tersebut tidak terkesan seperti tempat PKL (pedagang kaki lima),” katanya.
Sementara itu, Ketua Komite Nasional Pemuda Indo nesia (KNPI) Kota Salatiga Fauzi Arkhan menyatakan, penataan Jalan Sudirman mendesak dilakukan karena kondisi kawasan jantung Kota Salatiga itu semakin semrawut dan ada tempat yang terlihat kumuh.
“Kesemra wutan kawasan Jalan Sudirman harus segera ditangani agar estetika wajah Kota Salatiga bisa lebih baik lagi. Dan yang paling mendesak untuk segera ditangani adalah masalah parkir. Idealnya ada kantong parkir yang tidak berada di jalan protokol sehingga arus lalulintas bisa lancar,” katanya.
Selain menata tempat parkir dan pedagang yang mangkal di kawasan Jalan Sudirman, Pemkot Salatiga juga harus menyediakan infrastruktur yang bisa dimanfaatkan masyarakat penyandang difabel.
“Fasilitas untuk penyandang difabel harus ada. Paling tidak, ada jalan khusus bagi penyandang difabel. Dan jalan trotoar jangan digunakan untuk parkir,” ujarnya.