Andytio Budiarto selaku Direktur Utama PT AMBPI mengatakan, saat ini penggunaan bata ringan untuk mempercepat proses pembangunan telah lazim digunakan. Sebagian besar bangunan, baik gedung-gedung tinggi, seperti gedung perkantoran, hotel, apartemen, maupun perumahan baru sudah menggunakan bata ringan. Inilah yang membuat pasar bata ringan begitu menjanjikan.”
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AM Block merupakan bata ringan (AAC) yang dibuat dari campuran pasir, semen, ditambah additive lain yang dikeringkan menggunakan oven autoclaved bertekanan tinggi teknologi dari Jerman.
AM Block juga mempunyai ukuran yang presisi, karakteristik yang ringan dan mudah digunakan sehingga dapat mengurangi beban struktur dari sebuah konstruksi bangunan dan mempercepat proses pembangunan.
Albertus Indra Sasmitra, Direktur Keuangan PT AMBPI menambahkan, “Keistimewaan lain dari bata ringan AAC, selain karena ringan, material ini juga ekonomis karena mampu mengurangi biaya konstruksi bangunan serta penggunaan material bangunan lainnya.”
“Tak hanya itu, produk ini juga mampu meredam suara, tidak mudah terbakar, karena terbuat dari bahan non organic yang relatif tahan terhadap api dan diklasifikasikan sebagai bahan bangunan kelas A1 berdasarkan standar DIN 4102, memiliki daya hantar panas yang rendah (low thermal conductivity) yang mampu menghemat energi seperti penggunaan AC,” tambahnya.