JAKARTA - Banyak pilihan material yang bisa diaplikasikan untuk pagar lho. Semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Pertama, material kayu. Kayu memiliki kekuatan utama pada tampilannya yang alami dan hangat serta karakternya yang mudah dibentuk.
Tetapi, tidak semua jenis kayu memiliki kekuatan yang sama. Beberapa di antarnya memiliki kelemahan seperti mudah kusam, keropos, lapuk, dan berjamur. Untuk itu, kamu harus mencari kayu yang tahan panas matahari, air hujan, dan debu.
Kedua, bata ekspos. Material bata ekspos juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja ya, yuk kita simak saja bahasannya di bawah ini.
Kalau kamu menggunakan batu bata sebagai material pagar maka pengerjaannya dituntut rapi.
Hal ini karena batu bata mudah retak dan rapuh. Batu bata memiliki pori-pori yang besar sehingga bisa menyebabkan menyebabkan material ini mudah menyimpan air, keropos, dan juga berlumut.
(Baca juga: Pagar Terlihat Cantik, Rumah Pun Terkesan Indah)
Untuk itu, kamu harus melapisi batu bata ini secara rutin dengan lapisan cat weatherproof. Tentunya, agar batu bata tahan lama dan selalu terlihat menarik.
Dalam memilih material batu bata, kamu harus mencari bata yang dibuat dengan teknik pabrikasi, bukan yang diproduksi secara tradisional.
Batu bata yang dibuat dengan teknik pabrikasi alias mesin pencetak akan lebih presisi dan padat dibandingkan dengan batu bata produksi tradisional.
Kalau kamu ingin mengaplikasikan batu bata ekspos sebagai pagar, sebaiknya rumah kamu berdesain arsitektur yang mengambil gaya natural atau desain dengan sentuhan tradisional.
Selain itu, gaya desain industrialis juga masih cocok untuk mengaplikasikan material batu ekspos. Apalagi dinding desain ini biasanya juga mengaplikasikan semen ekspos.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.