Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terinspirasi Film India, Wanita Ini Jadi Pebisnis Henna

Koran SINDO , Jurnalis-Rabu, 29 Maret 2017 |11:21 WIB
Terinspirasi Film India, Wanita Ini Jadi Pebisnis Henna
(Foto: Koran SINDO)
A
A
A

MEDAN - Siapa bilang hobi menonton film tidak bisa membawa keberuntungan? Buktinya perempuan bernama Rovicha Purnama Sari ini sukses menjadi pebisnis henna berawal dari film India.

Dari film-film India itu, ia melihat motif lukisan yang menghiasi tangan dan kaki yang disebut henna. Bahkan, ia sudah memiliki galeri henna diberi nama Vicha Art di Jalan Eka Suka 4, Medan Johor. Perempuan kelahiran 12 Juli 1993 ini menuturkan, dari rasa ketertarikan terhadap lukisan di tangan itu, ia mencoba mempelajari henna secara autodidak dan memulainya dari tangannya sendiri. Selain sering melihat tutorial di youtube , ia juga belajar membuat lukisan henna melalui tutorial di media sosial, seperti instagram dan facebook .

“Henna itu kan lukisan di tangan yang biasa digunakan orang India, terutama pada acara pernikahan. Nah , kebetulan saya kan hobi menonton film India. Tidak hanya itu, saya juga sering lihat, setiap datang ke acara pernikahan, kok senang lihat lukisan henna . Saya penasaran dan coba-coba cari tahu melalui youtube, ternyata banyak tutorialnya. Dari situlah saya coba sendiri, awalnya ya saya buat di tangan sendiri. Lalu, pertama kali menghenna orang lain pelanggan salon teman saya,” kata anak pertama dari dua bersaudara ini di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) belum lama ini.

Tidak disangka, bisnis yang ia geluti ini berkembang. Dari mulai teman, tetangga, dan orang lain meminta jasanya meng-henna. Tidak hanya pengantin, tapi juga yang bukan pengantin. Bahkan, lukisan henna ini disukai anak-anak dan orang tua. Namun, tetap yang paling banyak menguntungkan adalah meng-henna pengantin. Tarifnya mulai Rp300.000 sampai dengan Rp1,5 jutaan. Setiap bulan, ia bisa menghenna 20 pengantin.

Kalau untuk pengantin tarif paling murah Rp300.000 dengan motif sederhana. Namun, kalau yang paling mahal bekisar Rp1,5 jutaan. Biasanya yang harganya Rp1,5 jutaan lumayan ribet. Bisa menghabiskan waktu 3-5 jam. Tapi, kalau motifnya sederhana, paling hanya butuh waktu setengah sampai satu jam.

“Terkadang, saya sudah keluar rumah sejak subuh, tapi saya nikmati, karena itu rezeki dari Allah. Alhamdulillah , dari meng-henna saya sudah bisa membeli mobil,” kata penerima penghargaan dari Lembaga Pemecah Rekor Indonesia di Semarang pada Oktober 2016 lalu karena penghenna motif terbanyak.

Seiring berkembangnya lukisan henna , Rovicha dan teman-temannya yang juga memiliki profesi sama mendirikan sebuah komunitas henna di Sumatera Utara diberi nama Henna Artis Medan (HAM) pada 16 Juni 2016. HAM dibentuk karena banyak orang asal Sumut memiliki kemampuan menghenna .

“Di facebook ada yang namanya Henna Club Indonesia. Nah , di dalam HCI itu anggotanya banyak penghenna asal Sumut. Kita kumpuli yang penghenna asal Sumut, lalu kita bentuklah Henna Artis Medan. Jadi, HAM ini bernaung di HCI. Selain menjalin silaturahmi, tujuan kita membentuk HAM ini juga untuk mengembangkan teknik gambar henna ,” kata Rovicha yang dipercaya menjadi bendahara umum Henna Artis Medan ini. Tidak hanya saling berbagi ilmu baru tentang motif-motif henna terbaru, melalui komunitas HAM ini juga para penghenna asal Sumut saling over job .

“Kita kan punya grup line dan whatsapp. Nah , selain share ilmu baru, kita juga saling share job . Kita punya grup di line, kita share ilmu. Yang jelas, henna ini sudah jadi bisnis menjanjikan karena bukan hanya digunakan pengantin, tapi juga disukai orang banyak, dari mulai anakanak sampai nenek-nenek,” ujarnya.

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement