Image

Pertamina: Kita Impor Pertamax, Bukan Dijadikan Premium

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 07 April 2017, 17:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 04 07 320 1661768 pertamina-kita-impor-pertamax-bukan-dijadikan-premium-AirRYtflgP.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Senior Vice President Integrated Supply Chain (ISC) Daniel Purba mengatakan, demi efisiensi, pihaknya hanya mengimpor Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai kebutuhan jenisnya. Karena menurutnya, jika mengimpor RON 92 lalu diubah jadi RON 88 merugikan pihaknya

"Kita impor pertamax tidak ubah jadi premium. Kalau kita impor pertamax jual pertamax. Kalau impor premium jual premium," ujarnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (7/4/2017).

Sementara untuk impor high octane mogas component (HOMC) dilakukan untuk meningkatkan oktan supaya nafta lebih layak digunakan. Tujuannya agar Pertamina bisa mendapat RON 88 atau premium yang sudah tidak digunakan di dalam negeri.

"Kalau HOMC kita impor blending dengan nafta jadi mogas 88," kata Daniel

Daniel merincikan, impor premium dalam 5 tahun terakhir ini mengalami penurunan. Pada tahun 2016 lalu angka import premium mencapai 74 juta barel, angka ini menurun 25% dibandingkan tahun 2015 atau sekitar 102,6 juta barel.

"Tahun 2017 ini rkapnya 62 juta barel kalau Cilacap operasi, kemudian TPPI juga operasi juga bisa kurangi mogas 88 (premium)," katanya

Sementara itu, untuk konsumsi Pertamax pada tahun 2016 meningkat hampir 3 kali lipat dari 8 juta (pada 2015) ke 25 juta.

"Kalau konsumsi ada di pemasaran, jadi pertamax meningkat siginifikan, tp kalau dari angka tahun 2015 ke 2016 itu sekitar 17 juta barel. 2017 kita proyeksikan pertamax meningkat konsumsi jd butuh impor besar, impor naik 11 juta, dan premium turun 11 juta, jadi balance penurunan premium dengan peningkatan pertamax," imbuhnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini