Uni Eropa Keluarkan Pelarangan Biodiesel Sawit, Mendag Kirim Surat Keberatan!

Dedy Afrianto, Jurnalis · Selasa 11 April 2017 22:19 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 11 320 1664972 uni-eropa-keluarkan-pelarangan-biodiesel-sawit-mendag-kirim-surat-keberatan-lIH9TUh1iT.jpg Ilustrasi: (Foto: Antara)

JAKARTA - Parlemen Uni Eropa telah mengeluarkan resolusi tentang sertifikasi produk sawit dan pelarangan biodiesel berbasis sawit. Kebijakan ini pun menuai respon dari pemerintah Indonesia.

Menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, pemerintah telah menyampaikan surat kepada Uni Eropa terkait resolusi ini. Surat ini berisi tentang keberatan pemerintah terhadap resolusi yang dikeluarkan oleh Uni Eropa.

"Kita sudah kirim surat untuk menyampaikan keberatan ke Eropa tentang hal itu," tuturnya di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (11/2/2017).

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa Indonesia memiliki standar sendiri dalam melakukan pengolahan produk sawit. Untuk itu, Amran meminta agar Uni Eropa tak turut campur dalam standar yang ditetapkan pada setiap negara.

Apabila resolusi ini diterapkan, maka hal ini dikhawatirkan akan berdampak kehidupan para petani. Kerusakan lingkungan pun justru dikhawatirkan dapat terjadi karena sawit dianggap tidak lagi menguntungkan.

"Nanti secara enggak langsung dampaknya adalah mereka yang rusak lingkungan. Kalau CPO turun harganya, petani kurang lebih community ada 30 juta. Ini bisa tinggalkan sawit. Tapi petani sawitnya tetap gerak ke hutan. Bergerak ke hutan utk cari income baru. Meaning will rusak hutan. Rambah hutan karena cari kehidupan baru," ungkapnya belum lama ini.

Diharapkan, negara-negara di Uni Eropa tak mencampuri kebijakan dalam negeri Indonesia. Dengan begitu, hal ini tidak mengganggu kehidupan para petani sawit di Indonesia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini