Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Punya Gaji Rp3 Jutaan, Pertimbangkan Ini Sebelum Beli Mobil

Agregasi Cermati.com , Jurnalis-Minggu, 16 April 2017 |06:51 WIB
Punya Gaji Rp3 Jutaan, Pertimbangkan Ini Sebelum Beli Mobil
llustrasi: Shutterstock
A
A
A

SEBAGIAN orang, khususnya yang tinggal di wilayah perkotaan menganggap mobil sebagai kebutuhan primer. Itu dikarenakan angkutan umum yang terdapat di wilayah tersebut dirasa kurang nyaman. Sedangkan dengan mobil, selain nyaman juga melindungi dari panas dan hujan. Sehingga pilihan untuk membeli mobil menjadi sesuatu yang diimpikan banyak orang.

Meningkatnya jumlah pengendara mobil telah menyebabkan kemacetan di jalan-jalan utama semakin parah, terutama di kota-kota besar. Namun, hal ini tidak menyurutkan keinginan masyarakat untuk memiliki mobil, justru sebaliknya keinginan tersebut justru semakin kuat.

Harga mobil yang tidak murah ternyata tidak menjadi batasan bagi mereka yang berpenghasilan Rp3 juta-an per bulan. Tidak sedikit produsen yang memanfaatkan keadaan tersebut dengan menawarkan cicilan mobil yang relatif terjangkau. Baik produsen maupun konsumen sama-sama diuntungkan, di mana produsen bisa semakin memperluas jaringan konsumen dan konsumen dapat memiliki mobil dengan cicilan yang murah.

Bagi yang ingin membeli mobil, namun penghasilan yang berkisar Rp3 juta-an. Ada baiknya pertimbangkan dulu 5 hal penting ini.

1. Tenor Panjang

Produsen kerap menawarkan promo cicilan murah dengan tenor yang cukup panjang kepada konsumen. Tenor yang panjang dengan cicilan dan DP yang murah diberikan agar produsen tidak mengalami kerugian. Karena, jika dihitung baik-baik dengan sistem cicilan harga mobil menjadi jauh lebih mahal daripada ketika membelinya secara tunai. Permasalahannya adalah jangka waktu tenor yang panjang dapat mencapai 8 tahun meski dengan cicilan kecil.

Tentu akan ada banyak hal yang mungkin terjadi dalam kurun waktu delapan tahun tersebut. Bisa jadi hal yang terjadi akan mempengaruhi perekonomian, pekerjaan hingga mobil yang telah dibeli tersebut. Jangan sampai hal tersebut justru mempersulit keuangan Anda dalam membayar cicilan mobil dengan tenor yang panjang.

2. Kondisi Keuangan

Setiap bulannya Anda tentu harus memenuhi berbagai macam kebutuhan dengan gaji yang hanya berkisar Rp3 juta-an. Tidak hanya kebutuhan pokok, tetapi juga kebutuhan darurat. Karena itu, setidaknya Anda perlu menabung 20 persen dari gaji untuk keperluan darurat atau hal-hal yang tidak terduga. Terlebih jika Anda telah berkeluarga, maka kebutuhan akan lebih banyak.

Sebaiknya pertimbangkan dulu matang-matang apakah kondisi keuangan Anda sanggup melunasi cicilan mobil yang murah atau tidak. Pastikan dulu bahwa kebutuhan pokok, sekunder dan dana darurat telah terpenuhi.

3. Kemacetan

Sebagian besar timbulnya kemacetan di hampir seluruh kota besar di Indonesia, disebabkan oleh kendaraan berukuran besar seperti mobil. Keputusan membeli mobil dapat dipastikan akan menambah padatnya jalanan.

Ketika Anda telah terjebak dalam kemacetan, maka mau tidak mau Anda harus bersabar, mengemudikan mobil dengan kecepatan rendah dan tentu banyak waktu yang diperlukan untuk bisa keluar dari kemacetan tersebut. Hal ini justru merugikan Anda karena kebutuhan bahan bakar jadi lebih boros dan kemungkinan besar Anda sampai tempat kerja tidak tepat pada waktunya.

Keinginan Anda membeli mobil dengan tujuan untuk mempermudah perjalanan justru bisa berujung sebaliknya, mempersulit perjalanan. Jadi pertimbangkan hal ini sebaik mungkin.

4. Dana Untuk Perawatan Mobil

Mobil yang Anda beli tentu membutuhkan perawatan seperti mesin dan suku cadang yang perlu dilakukan secara berkala, setidaknya dua bulan sekali. Hal ini agar mobil tetap awet dan tetap berjalan sebagaimana fungsinya.

Meskipun cicilan mobil murah, Anda tetap harus memikirkan biaya perawatannya yang cenderung tidak murah. Seperti mobil lainnya, Anda juga harus memikirkan hal tersebut dengan gaji yang pas-pasan. Jika tidak, maka berbagai masalah dapat terjadi pada mobil Anda bahkan di waktu yang tidak terduga.

5. Pembayaran Pajak

Selain biaya perawatan dan suku cadang, Anda juga harus memikirkan biaya pajak, administrasi dan asuransi mobil yang cukup berat. Apalagi di tahun 2017 ini, biaya pajak kendaraan meningkat hingga dua kali lipat.

Total DP mobil murni yang Anda bayar, biasanya telah meliputi tambahan biaya-biaya tersebut sehingga DP yang tadinya ringan bisa jadi lebih berat.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement