Image

Wah, Serasa Tinggal di Kamar Raja!

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 19 April 2017, 11:27 WIB
https img z okeinfo net content 2017 04 19 470 1671225 wah serasa tinggal di kamar raja rGcN6jrw23 jpg Ilustrasi: Shutterstock

PEMBELI apartemen bukan hanya didominasi kalangan urban dari strata ekonomi bawah dan menengah. Kalangan berduit juga menjadi sasaran empuk para pengembang untuk memasarkan produk propertinya, yang umumnya dijadikan sumber investasi menguntungkan.

Apartemen mewah nan mahal memang semakin menjamur di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Denpasar, Batam, atau Balikpapan, terlebih di daerah dekat kawasan pusat bisnis atau central business district (CBD). Dengan kata lain, semakin dekat dengan pusat bisnis, harga yang ditawarkan pun semakin mahal. Hal ini akibat makin mahal dan terbatasnya lahan, sementara permintaannya tetap tinggi. Apartemen premium alias super mewah di kelas luxury adalah hunian dengan harga di atas Rp55 juta per m2.

Meskipun begitu, angka penjualan hunian mewah ini masih terbilang rendah sejak dua tahun terakhir. Sepanjang 2016, hanya 5.450 unit apartemen yang berhasil terjual. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan penjualan pada 2014 dan 2015 yang masing-masing mencapai sekitar 17.000 dan 11.000 unit.

Menurut James Taylor, Head of Research Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, angka penjualan yang rendah bukan disebabkan daya beli, melainkan karena sentimen makro ekonomi.

“Sentimen seperti perlambatan ekonomi, rupiah, dan penerapan pajak di kondominium mewah dan supermewah amat memengaruhi penjualan yang terus menurun,” ungkapnya.

Tidak sembarang pasang harga, apartemen premium kelas atas yang mereka tawarkan tentu dilengkapi berbagai fasilitas mewah. Salah satu apartemen mewah terbaru adalah Kemang Penthouse, Jakarta, besutan PT Mahardika Gagas Sejahtera. Pengembang membanderol apartemen berketinggian 27 lantai, yang telah terjual 30% dari 144 unit yang dilempar ke pasar, tersebut berkisar Rp3 miliar-Rp5 miliar per unit.

“Saat ini sekitar 30% Kemang Penthouse sudah terpasarkan. Kami berharap apartemen ini akan menjadi hunian premium dengan menghadirkan gaya hidup stylish dan mewah di kawasan Jakarta Selatan,” kata Direktur Utama PT Mahardika Gagas Sejahtera Lukman Purnomosidi.

Untuk lebih memanjakan penghuni, apartemen eksklusif ini juga dilengkapi berbagai fasilitas layaknya hotel bintang lima. Sebut saja seperti kolam renang, jogging track, gym, minigolf, children playground, meeting room, cafe & resto, ATM centre, convenient store , dan lifestyle resto di area lobby. Jaminan kenyamanan juga dihadirkan dengan konsep high ceiling di tiap unit. Dengan ketinggian ceiling mencapai 3,2 meter, penghuni memiliki kenyamanan tinggal.

Bukaan yang lebar dan tinggi juga memberikan nuansa pandangan yang luas. Sementara itu, menyusul kesuksesan anak usaha PT Maju Gemilang Mandiri (MGM), MGM Propertindo, dalam memasarkan B Residence, proyek berikutnya segera diluncurkan tengah tahun ini, yakni low rise Apartemen Kasamara.

Proyek apartemen high end bergaya resormewah ini berada tidak jauh dari kawasan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menunjukkan eksklusivitas dengan menyasar pasar kelas atas, apartemen ini pun tersedia dengan jumlah yang sangat terbatas, dibangun setinggi empat lantai dengan total 151 unit saja. “Di wilayah selatan ini juga banyak ekspatriat sehingga mereka juga menjadi target pasar kami,” kata Direktur Utama MGM Lukas Buntoro.

Apartemen Kasamara dibangun di tanah seluas 7.342 m2, persisnya di Jalan Kesehatan Raya, Jakarta Selatan, dan hanya 1 km dari tol JORR. Tersedia berbagai fasilitas setaraf hotel bintang empat, seperti private parking lot, access card doors, lobby multi purpose room, library & reading lounge, swimming pool, garden, fish ponds, steam & sauna, gentleman parlor, children playground, basketball court, dan mini golf .

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini