Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Pandangan Salah Kaprah tentang Asuransi

HaloMoney.co.id , Jurnalis-Sabtu, 22 April 2017 |06:03 WIB
4 Pandangan Salah Kaprah tentang Asuransi
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

Baca juga: Bila Memiliki Faktor Ini, Kamu Tidak Perlu Beli Asuransi Jiwa

4.    Salah mengasuransikan diri

Dan jangan salah mengasuransikan diri. Pencari nafkah, suami atau istri, itulah yang diasuransikan. Bukan anak atau istri/suami. Artinya risiko si pencari nafkah ditanggung oleh perusahaan asuransi. Jika mengalami kematian, misalnya, ahli waris seperti anak dan istri, akan tetap menjalani kehidupannya dengan dana risiko dari perusahaan asuransi.

Maklum, masih banyak konsumen yang salah dalam membeli asuransi, terutama asuransi jiwa. Pencari nafkah membeli asuransi untuk anak atau istri, padahal mereka bukan pencari nafkah. Istri, jika sebagai pencari nafkah bersama suami, dapat membeli asuransi jiwa dengan ahli waris anaknya atau keluarganya.

(kmj)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement