Market Share Minim, Kemendag Pacu Ekspor Produk Kerajinan

Dedy Afrianto, Jurnalis · Rabu 26 April 2017 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2017 04 26 320 1676861 market-share-minim-kemendag-pacu-ekspor-produk-kerajinan-uAnzeDdrjw.jpg biro

JAKARTA - Industri kesenian dan industri kerajinan adalah salah satu tumpuan bagi ekonomi Indonesia. Pasalnya, industri ini adalah salah motor penggerak perekonomian daerah.

Hanya saja, menurut Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, hingga saat ini market share dari industri ini masih sangat kecil. Hal ini pun akan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi Kementerian Perdagangan.

"Pasar dunia mengalami pertumbuhan negatif 2,11%. Tapi hal yang gembira adalah ekspor tumbuh baik 1,35%. Tapi market share 1,41%. Ini tugas kami untuk tingkatkan market share. Ini tugas kami, Kementerian Perdagangan, kami berupaya untuk tingkatkan itu," tutur Enggar di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Salah satu upaya untuk meningkatkan market share ini adalah dengan meningkatkan nilai ekspor. Hanya saja, Enggar mengakui bahwa target ini cukup berat untuk dicapai dibandingkan peningkatan ekspor produk konvensional.

"Kalau hanya tingkatkan ekspor produksi utama tugas saya semakin mudah. Tapi Bapak Presiden juga meminta agar UMKM meningkat. Tapi dengan kerja bersama ini akan semakin mudah," tuturnya.

Seperti diketahui, pada hari ini, Presiden Joko Widodo menghadiri peninjauan produk pameran dalam acara 19th Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Turut hadir dalam kegiatan ini Ibu Negara Iriana Joko Widodo.

Turut hadir sekira 1395 pengrajin pada tahun ini. Jumlah ini mengalami kenaikan 4,65% dari tahun lalu. 

Adapun produk yang ikut serta dalam pameran ini di antaranya adalah produk batik hingga produk fashion lainnya. Diharapkan, transaksi ritel dapat mencapai Rp142 miliar dan secara total fajar mencapai dapat mencapai USD12 juta.

Dalam sambutannya, Jokowi menekankan bahwa para pengrajin harus dapat membuat kemasan yang sangat menarik. Pasalnya, kemasan ini adalah salah satu kunci keberhasilan dari penjualan suatu produk kerajinan.

"Jangan lupakan kemasan yang dibuat kemasan sebaik mungkin, bisa buat jatuh cinta pada pandangan pertama," tuturnya.

Jokowi juga mengingatkan agar pengusaha industri kesenian dapat memanfaatkan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) dari pemerintah. Pasalnya, bunga KUR saat ini sangat kompetitif, yaitu hanya 9%.

Pada akhir kunjungan Jokowi banyak menerima tawaran selfie dari pengunjung. Jokowi pun menanggapinya dengan melayani beberapa permintaan sebelum berangkat menuju Istana Kepresidenan untuk melakukan rapat terbatas.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini