Sampaikan rencana pengunduran diri secara langsung. Bos baru Anda berhak mendapat informasi pertama dan penjelasan tentang rencana resign. Anda harus meminta waktu bertatap muka dengannya untuk menyampaikan keinginan mundur secara langsung, bukan lewat email, telepon, surat atau media lainnya. Anda juga tidak boleh kabur begitu saja tanpa kabar berita.
Sampaikan alasan yang jujur dan permohonan maaf yang tulus. Anda mungkin tergoda untuk membuat alasan fiktif. Misalnya, Anda harus mengurus keluarga yang sakit keras sehingga tidak bisa ke kantor setiap hari. Jangan mengarang!
Anda harus menyampaikan alasan yang sebenar-benarnya, semua kegalauan Anda, apapun kekhawatiran Anda. Keputusan Anda pasti menyakiti perasaan orang lain. Tapi, setidaknya Anda sudah jujur. Maka, setelah mengungkapkan semua alasan, Anda harus minta maaf dengan tulus kepada atasan dan semua rekan kerja.
Tetap bekerja sampai perusahaan mendapat pengganti Anda. Keputusan untuk berhenti kerja datang dari diri Anda sendiri. Anda tahu, jika melanjutkan bekerja di tempat itu, maka Anda akan menyia-nyiakan uang perusahaan yang dipakai untuk pelatihan. Tapi, Anda harus tetap menunjukkan tanggung jawab sampai saat terakhir. Anda bisa berjanji pada atasan untuk tetap bekerja sampai perusahaan menemukan pegawai baru.
Anda harus menjadikan kejadian ini sebagai pengalaman berharga. Lain kali, Anda harus meriset lebih dalam tentang perusahaan sebelum benar-benar menerima pekerjaan. Anda harus berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi. Demikian ditulis situs Qerja.
(Tuty Ocktaviany)