Pihaknya telah melakukan antisipasi-antisipasi lainnya dengan koordinasi yang baik antar-semua pihak, terutama pengelola perbatasan dan unsur-unsur terkait. “Sekarang ini, teman-teman dari unsur pelayanan, saat-saat libur cukup kewalahan ketika wisatawan lokal sampai mancanegara datang melihat, tapi perlu diingat harus masuk satu pintu, agar pengawasan lebih baik,” ungkap Suzana.
Dikatakan Suzana, megahnya bangunan PLBN Skouw pasca-direnovasi telah menarik kedatangan wisatawan, hingga membuat kapasitas tempat parkir kendaraan roda empat tak mencukupi. Sebagian kendaraan terpaksa memarkirkan kendaraannya di bibir ruas jalan cek poin satu gedung tersebut.
Dari data yang ada di Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Yonif 122 Tombak Sakti sebagai pos pertama sebelum masuk ke areal PLBN Terpadu Skouw ini, tercatat di luar hari pasar setelah gedung tersebut selesai dibangun, pengunjung mencapai 300-500, bahkan di hari libur tembus hingga di atas 1.500 pengunjung.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan, untuk mendukung PLBN Skouw, pihaknya tahun ini sudah memulai pembangunan perbatasan Tahap II yang di antaranya akan dibangun pasar dan area komersial untuk 400 kios, wisma Indonesia, mess pegawai dan pos pengamanan perbatasan serta infrastruktur permukiman, terutama air bersih dengan kapasitas 50 liter per detik.
(Fakhri Rezy)