Persaingan Bisnis Semen Ketat, Kinerja Indocement Merosot

Trio Hamdani, Jurnalis · Senin 22 Mei 2017 17:44 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 05 22 278 1697137 persaingan-bisnis-semen-ketat-kinerja-indocement-merosot-auqizSsLn6.jpg Foto: Trio/Okezone

JAKARTA - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat, pangsa pasar perseroan di kuartal 1-2017 mengalami penurunan menjadi 25,6%, sementara pada kuartal yang sama pada 2016 tercatat sebesar 26,9%.

Direktur Utama Indocement Christian Kartawijaya mengatakan, penurunan volume pangsa pasar Indocement dipengaruhi beberapa hal, yakni faktor persaingan yang cenderung menyebabkan persaingan harga semen.

"Karena penurunan harga cukup drastis, kompetisi begitu tinggi dengan masuknya pemain lain," katanya di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Namun, dia menyatakan, penurunan volume pangsa pasar Indocement paling banyak terjadi di Jawa Barat, yang mana daerah tersebut menjadi pangsa pasar terbesar Perseroan.

"Karena banyak pabrikan semen baru di Banten, Sukabumi, Karawang. Ini tentu bisa dilihat kuenya mengecil di Jawa Barat. Total di Indonesia naik. Tapi Jawa Barat turun. Tapi pemain baru di Jawa banyak. Itu buat Indocement alami tekanan," ungkapnya.

Sementara itu, volume penjualan domestik perseroan tercatat tumbuh sejalan dengan industri yaitu 0,7%. Kemudian pendapatan neto alami penurunan sebesar 14,1% dari Rp3.928,7 miliar menjadi Rp3.376,4 miliar.

Penurunan pendapatan neto, jelasnya, masih disebabkan penurunan harga yang terbilang tinggi, ditambah persaingan yang ketat terutama di home market. Untuk laba bruto menurun 31,5% menjadi Rp1.163,9 miliar, yang mana tahun lalu Rp1.698,6 miliar.

Untuk laba usaha pada tiga bulan pertama 2017 tercatat terjadi penurunan 53,8% menjadi Rp499,8 miliar, yang mana tahun lalu Rp1.080,7 miliar. Margin laba usaha turun menjadi 14,8%. Selanjutnya, EBITDA turun 41 ,8% dari Rp1.332,5 miliar menjadi Rp775 miliar pada triwulan pertama 2017 merefleksikan penurunan marjin menjadi 23%.

Total penghasilan komprehensif periode berjalan turun 48,5% dari Rp955,2 miliar menjadi Rp491,6 miliar.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini