JAKARTA - Pemerintah tengah menyelesaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Dalam APBN-Perubahan, Pemerintah berencana untuk memangkas anggaran belanja yang sifatnya tidak produktif, lalu mengalokasikannya kepada anggaran belanja yang lebih produktif.
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengatakan, pemerintah sudah memeriksa anggaran belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) yang kurang produktif, totalnya kurang lebih Rp16 Triliun. Jumlah ini kemungkinan bertambah, mengingat hingga kini masih dilakukan peninjauan ulang terhadap anggaran belanja K/L.
"Ada sekira Rp16 triliunan lah ya, nah lagi kita sisir lagi, itu kan akan direlokasikan ke kebutuhan yang mendesak tadi ditingkatkan," ujarnya di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (1/6/2017).
Mardiasmo mengatakan, Pemerintah akan menerapkan kebijakan flat policy. Artinya, anggaran belanja yang tidak sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsi (Tupoksi) akan dipangkas, lalu dialihkan kepada yang lebih prioritas.
"Terutama sifatnya untuk meeting-meeting yang tidak dukung tupoksi. Bukan berarti semua meeting itu salah, tapi meeting dikurangi meeting yang memang perlu dukung tupoksi,"jelas dia.
"Pekerjaan dinas tidak semua harus dipotong yang dukung tupoksi harus dong. Kalau tidak, tidak bisa yang kira-kira lebih bisa menghemat dan bisa dihemat nah itu," imbuh dia.
Anggaran tersebut, nantinya akan direlokasikan kepada belanja yang sifatnya lebih berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas salah satunya, untuk infrastruktur dan fasilitas Asian Games 2018.
Selain itu, dia menilai ada program yang sampai saat ini belum juga diberikan perhatian khusus, yakni percepatan sertifikasi tanah. "Jadi ini sifatnya harus merakyat, selama 71 tahun merdeka belum diberikan kontribusi. Kalau dulu belum proporsional ya kita proporsionalkan kita bilang itu," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.