Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkat PLTMG, Kapasitas Listrik Sumbawa Tambah 50 Mw

Feby Novalius , Jurnalis-Jum'at, 02 Juni 2017 |18:03 WIB
Berkat PLTMG, Kapasitas Listrik Sumbawa Tambah 50 Mw
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Sumbawa berkapasitas 50 megawatt (mw), yang berlokasi di Badas, Kabupaten Sumbawa.

Pembangkit ini merupakan bagian dari program 35.000 mw yang diusung pemerintahan Presiden RI Joko Widodo. Dengan hadirnya PLTMG Sumbawa, sistem kelistrikan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) rasio elektrifikasi pun akan segera meningkat. Selain itu, ekonomi di NTB pun akan tumbuh.

“Listrik ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, oleh karena itu kita harus menyelesaikan proyek ini secara serius agar listriknya bisa segera dinikmati oleh masyarakat,” ujar Direktur Bisnis Regional Sulawesi dan Nusa Tenggara (SNT) PLN Machnizon Masri dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/6/2017).

Dia menjelaskan, sistem kelistrikan di Provinsi NTB terdiri dari tiga sistem yang terpisah, yaitu Sistem Lombok, Sistem Sumbawa, dan Sistem Bima. Sistem Sumbawa saat ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 50 mw dengan beban puncak sebesar 40 mw.

Dengan hadirnya PLTMG Sumbawa ini, kapasitas listrik di NTB bertambah 50 mw. Artinya, pasokan listrik di Sumbawa akan bertambah dua kali lipat.

“Jika Sumbawa dan Bima sudah interkoneksi dengan jaringan transmisi, listrik dari PLTMG Sumbawa ini juga bisa memperkuat kelistrikan Bima,” ujarnya.

Adapun proses pembangunan PLTMG Sumbawa ini diperkirakan membutuhkan waktu selama 18 bulan agar dapat beroperasi. Pembangkit ini ditargetkan akan memperkuat Sistem Sumbawa pada Desember 2018. Selain itu, ketersediaan listrik ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan investasi di Sumbawa.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement