Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arab Saudi-Qatar Putus Hubungan, OPEC: Hanya Perselisihan Keluarga

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2017 |08:22 WIB
Arab Saudi-Qatar Putus Hubungan, OPEC: Hanya Perselisihan Keluarga
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

“Ini bukan pertama kalinya bagi OPEC melihat perpecahan politik antara negara-negara anggotanya, dan ini juga tidak menjadi yang terakhir,” kata Abdulsamad Al-Awadhi, analis minyak yang berbasis di London, Inggris, kepada Bloomberg, Selasa (6/6/2017).

Abdulsamad yang pernah menjadi perwakilan Kuwait untuk OPEC pada 1980-2001, menambahkan OPEC telah melewati banyak konflik politik dan militer diantara anggotanya. Dan hal tersebut tidak berdampak besar pada arus kerja organisasi atau kesepakatan yang telah dibuat.

Selama 57 tahun organisasi tersebut berdiri, perselisihan politik dan perang diantara anggotanya kerap terjadi, namun OPEC masih bisa menerapkan aturan mereka. Beberapa contoh adalah perang selama delapan tahun antara Iran-Iraq, invasi Saddam Hussein ke Kuwait pada Agustus 1990, permusuhan Arab Saudi dan Iran, dan terakhir pemutusan hubungan Saudi dan kawan-kawan terhadap Qatar.

Rusia, negara produsen minyak non-OPEC mengatakan pihaknya tidak melihat ketegangan di Teluk harus berdampak kepada kesepakatan pemangkasan produksi minyak. Hal ini disampaikan perwakilan Rusia, Vladimir Voronkov kepada media Rusia, RIA Novosti di Kantor OPEC di Wina, Austria.

Hal sama juga ditandaskan oleh Direktur Penelitian Gulf Research Center di Riyadh, John Sfakianakis. “Tidak ada tanda-tanda adanya gangguan terhadap kesepakatan OPEC dan non-OPEC dalam krisis Saudi-Qatar,” katanya.

Analisa dia, Rusia memiliki kepentingan nasional dalam kesepakatan OPEC untuk mempertahankan pemangkasan produksi, karena mereka ingin harga minyak yang lebih tinggi dan stabil di pasar.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement