Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perajin Sendok Gulung Tikar di Pekanbaru

Antara , Jurnalis-Rabu, 07 Juni 2017 |21:32 WIB
Perajin Sendok Gulung Tikar di Pekanbaru
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

PEKANBARU - Perajin sendok berbahan alumunium di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, hampir seluruhnya "gulung tikar" alias tutup, dan kini tinggal menyisakan satu industri rumah tangga di Jalan Handayani, Kecamatan Marpoyan Damai.

"Dulu ada tujuh perajin sendok dan peralatan makan, mulai dari industri rumah tangga sampai skala menengah. Sekarang di Riau ini, tinggal saya sendiri," kata Yansen, pemilik industri rumah tangga sendok kepada Antara di Pekanbaru, Rabu.

Ia mengatakan, kerajinan membuat alat makan dan sendok dari bahan alumunium mulai merebak di Pekanbaru pada dekade 1960. Pria berusia 62 tahun ini mulai membuka usahanya pada dekade 1980.

"Banyak yang tutup rata-rata karena tidak ada penerus. Kalau yang punya meninggal, anaknya tidak meneruskannya lagi," kata Yansen menjelaskan kerajinan sendok alumunium biasanya berbentuk usaha keluarga.

Yansen menjalankan kerajinan sendok disamping rumahnya dengan dibantu isteri, anak kandungnya, dan dua orang pekerja. Proses pembuatan dimulai dengan menuangkan alumunium panas yang dicairkan ke alat cetak untuk menjadi sendok, kemudian dihaluskan agar mengkilat dan dipasang tangkai kayu.

Sendok yang dibuat berupa sendok sayur, sendok untuk menggoreng dan sendok nasi. Dahulu, perajin pernah membuat sendok teh dan sendok makan, namun kini kalah bersaing dengan produk pabrik dan masuknya sendok impor.

Dalam sebulan, perajin sendok ini bisa memproduksi 2.880 lusin dengan omzet sekitar Rp60 juta. Produk sendok buatan Yansen menjangkau pasar di Provinsi Riau mulai dari Kota Pekanbaru sampai ke Tembilahan, hingga Kota Bukittinggi dan Padang Panjang di Provinsi Sumatera Barat, serta Kota Tanjung Pinang dan Batam di Provinsi Kepulauan Riau.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement