El Helicoide, Pusat Perbelanjaan yang Diubah Jadi Penjara

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Juni 2017 00:32 WIB
https: img.okezone.com content 2017 06 09 470 1712451 el-helicoide-pusat-perbelanjaan-yang-diubah-jadi-penjara-MGAV6a6fGz.jpg Foto: Amusing Planet

JAKARTA - Proyek ini disusun pada akhir 1950-an oleh arsitek Pedro Neuberger, Dirk Bornhorst, dan Jorge Romero Gutiérrez untuk diktator Venezuela dan Presiden Marcos Perez Jimenez. Ketika proyek dipamerkan di Museum of Modern Art di New York, bangunan tersebut dipuji oleh semua orang sebagai desain modernis.

Dilansir dari AmusingPlanet, Senin (12/6/2017), sebenarnya bangunan itu hampir selesai, namun para arsitek kehilangan modal seiring runtuhnya kediktatoran Pérez Jiménez. Sedangkan pemerintah baru tidak berminat menyelesaikan proyek ini karena hubungannya dengan mantan diktator tersebut.

Pada 1975, setelah proses kebangkrutan yang panjang, bangunan tersebut akhirnya menjadi milik pemerintah. Setelah itu, tepatnya 1979, penghuni liar yang kebanyakan adalah korban longsor memenuhi bangunan itu.

Bahkan dalam waktu 3 tahun, jumlah orang yang secara ilegal menempati bangunan itu naik menjadi lebih dari sepuluh ribu, dan Helicoide menjadi sarang perdagangan narkoba dan seks. Pada 1982, para penghuni liar diusir, dan diputuskan untuk mengubah bangunan menjadi Museum Sejarah dan Antropologi. Namun hal tersebut tak juga terealisasi.

Sebagai gantinya, bangunan tersebut diambil alih oleh polisi intelijen Venezuela pada tahun 1984 dan kemudian berubah menjadi kantor pusat mereka. Kamar-kamar yang tak terhitung jumlahnya, awalnya dirancang untuk menampilkan dan menjual produk, menjadi sel untuk tahanan untuk diinterogasi, disiksa, dan banyak lagi.

"Peralatan pengawasan berteknologi tinggi dipasang, petugas senang bisa mengendarai mobil mereka ke kantor mereka ala James Bond. Ada tahanan politik, ada penyiksaan; Tim SWAT akan menghentikan siapa pun yang memotret bangunan dari jalan raya di sekitarnya," tulis sejarawan budaya Celeste Olalquiaga.

Vicente Lecuna, seorang profesor di Universitas Venezuela Tengah, menyebut tempat itu sebuah kontradiksi "Sebuah ruang yang ingin menjadi simbol perdagangan bebas di tahun lima puluhan dan enam puluhan kemudian akan menjadi penjara, penjara bagi tahanan politik."

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh sebuah LSM, ada 145 kasus penyiksaan dan perlakuan yang kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia yang dilakukan oleh Pemerintah Venezuela dari Januari 2014 sampai Juni 2016.

(rzk)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini