Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

St Pierre dan Miquelon, Pulau Terakhir Jajahan Prancis di Amerika Utara

Giri Hartomo , Jurnalis-Sabtu, 10 Juni 2017 |09:38 WIB
St Pierre dan Miquelon, Pulau Terakhir Jajahan Prancis di Amerika Utara
Foto: Amusing Planet
A
A
A

JAKARTA - Terletak sekira 25 kilometer di lepas Pantai Kanada, Atlantik Utara terdapat sederet pulau kecil yaitu Saint Pierre dan Miguelon. Meskipun terletak hampir 4.000 kilometer dari daratan, pulau ini masih dalam kendali Negara Prancis. Pasalnya, pulau-pulau ini mewakili pijakan-pijakan terakhir Kolonial Prancis.

Pulau-pulau di St Pierre dan Miquelon pertama kali menginjakkan kaki di Eropa pada 1520, dan mereka menjadi koloni Prancis berusia 1536. Selama beberapa abad berikutnya, pulau-pulau tersebut bergerak maju mundur antara Inggris dan Prancis saat mereka bertengkar mengenai siapa yang harus memerintah. Akhirnya, Prancis menyerahkan semua koloninya di Amerika Utara, yang pada satu tahap menutupi sebagian besar wilayah timur Amerika Utara, kecuali Kepulauan St Pierre dan Miquelon, yang masih di tangan Prancis.

Kepulauan ini terdiri dari delapan pulau, dengan luas 242 kilometer persegi. Dari dua pulau ini, yaitu St Pierre dan Miquelon, 90% dari 6.000 penduduk pulau itu tinggal di St Pierre. Meskipun berukuran kecil, pulau ini memiliki pelabuhan yang bagus dengan fasilitas docking air laut dalam dan bandara.

Secara tradisional, penduduk St Pierre dan Miquelon bekerja sebagai penangkap ikan dan melayani armada penangkapan ikan yang beroperasi di lepas Pantai Newfoundland. Namun pada awal 1920-an, larangan penjualan dan konsumsi alkohol di Amerika Serikat mengantar sebuah peluang ekonomi baru.

St Pierre dan Miquelon, menjadi daerah penyelundup minuman keras ke Amerika Utara. Ternyata, bisnis tersebut sangat menguntungkan sehingga penduduk pulau tersebut berhenti untuk memancing.

Selama hampir 13 tahun, pulau kecil dan terpencil ini mengalami kemakmuran ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memasok alkohol ke tetangga mereka yang kering. Tapi ketika Larangan berakhir pada 1933, ekonomi yang berkembang merosot dan penduduk pulau kembali memancing.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement