Di sisi lain, Agus juga berharap adanya penerbangan internasional dari maskapai Indonesia itu bisa menambah jumlah wisatawan asing yang datang ke Indonesia.
"Pariwisata sekarang menjadi core bisnis Indonesia. Dengan makin banyaknya wisatawan asing datang ke Indonesia, akan makin banyak devisa yang masuk dan dengan demikian bisa ikut meningkatkan perekonomian Indonesia," ujarnya lagi.
Agar penerbangan internasional ini bisa berkesinambungan, Agus mengingatkan maskapai Batik Air agar selalu menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan operasionalnya. Pelayanan kepada penumpang juga harus ditingkatkan dengan salah satu contohnya meminimalkan delay.
"Walaupun sudah lolos audit, harus tetap menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan operasionalnya. Kami sebagai operator akan membantu dan memastikan seluruh maskapai menaati dan menjalankan operasional penerbangannya sesuai aturan yang berlaku," lanjut Agus.
Dari data Direktorat Angkutan Udara Ditjen Perhubungan Udara, kapasitas penerbangan internasional tahun 2017 mencapai 45.112.288 seat, pulang pergi.